Posts Tagged ‘My Life is An Open Book’
Review dari Therica Lay, Singapura
April 1st, 2010 Posted 10:10 am
Lini, bukumu ok sekali, beda, jujur n berani… membaca bukumu menguatkan saya yg memang selalu percaya bahwa; 1. Tuhan tentu lebih luas dari yg mampu manusia ungkap, agama tidak untuk dipaksakan. 2.segala sesuatu berhubungan, tidak sekedar kebetulan. 3. tak ada yg perlu ditutupi…thx berat buat bukumu.. datangnya tepat bgt loh… saya serasa berdiskusi lsg dgn seorang sahabat..
Therica Lay
Singapura
Tags: Buku, My Life is An Open Book, Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Petikan (Full Version)
December 1st, 2008 Posted 12:01 am
Pak Haji berpesan agar tidak menggunakan pendingin agar jenazahnya tidak cepat bau. Di tengah cuaca seperti itu, tentu saja membuat berkendara lebih sulit karena kaca mobil berembun. Aku menyupir secepat mungkin agar segera tiba. Ada satu daerah di pintu keluar Sukabumi menuju Jakarta yang terkenal macet di sore akhir pekan seperti itu. Aku makin gelisah. Berusaha tenang agar dapat menyupir dengan baik dan tidak menangis. Aku yang berkaca mata menangis sambil menyupir sama sekali bukan ide yang baik.
Kebetulan ada serombongan mobil yang dikawal polisi. Di buntut konvoi aku menyalip masuk ikut barisan. Cukup jauh juga aku berlagak bagian dari barisan itu. Itu jadi salah satu kemudahan Papa untuk menuju kediaman terakhirnya.
Jarak Sukabumi-Jakarta terasa jauh… sekali. Entah kecepatan berapa aku berkendara. Hanya dapat berdoa agar aku tidak dikejar polisi atau kecelakaan.
***
Aku merasa si Ayah seperti sepatu bututku. Kok jelek sekali? Tidak romantis! Bagian tubuhku yang paling peka adalah kaki. Mungkin karena aku kerap mengenakan sepatu atau sandal dengan hak cukup tinggi bagi anak-anak. Maka sampai sekarang aku tak sanggup berlama-lama dengan sandal atau sepatu cantik nan seksi berhak tinggi. Bisa-bisa punggungku juga ikut terasa nyeri. Maka, sampai sekarang andalanku adalah sneakers (sepatu kets). Bahkan aku masih saja menjadi fans dari salah satu jenis sepatu dari merek tertentu.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Petikan (Full Version)
Bibliografi
March 8th, 2008 Posted 12:06 am
- Carol Luebering: Bertumbuh dalam Cinta. Jakarta: Obor, 2002.
- Drew Herriot: The Secret. Melbourne: Prime Time Production, 2006.
- Gary Chapman & Ross Champbell: Lima Bahasa Kasih untuk Anak-anak. Batam: Interaksara, 2002.
- Honor Books: Apa Kata Tuhan tentang Cinta. Jakarta: Harvest Publication House, 2000.
- Honor Books: Apa Kata Tuhan tentang Doa. Jakarta: Harvest Publication House.
- James Redfield: The Celestine Prophecy. Jakarta: Gramedia, 1997.
James Redfield: The Secret of Shambhala. Jakarta: Gramedia, 2001. - Kristine Carlson: Don’t Sweat the Small Stuff for Women. Jakarta: Gramedia, 2001.
- Kristine Carlson: Don’t Sweat Guide for Moms. Jakarta: Gramedia, 2004.
- Michael J. Losier: Law of Attraction. Jakarta: Ufuk Publishing House, 2007.
- Mimi Leder: Pay It Forward. California: Warner Bros, 2000.
- Mitch Albom: Tuesdays With Morrie. Jakarta: Gramedia, 2007.
- Neil Clark Warren, PhD: Temukan Pasangan Hidup Anda. Jakarta: Harvest Publication House, 2002.
- Syam: Titik Kemuliaan Ibu Rumah Tangga. www.mqmedia.com
- Yustinus Sumantri HP, SJ: Cinta dan Perkawinan. Jakarta: Fidei Press, 2006.
- Yustinus Sumantri HP, SJ: Litani Serba Salah Pastor. Yogyakarta: Kanisius, 2001.
- Yustinus Sumantri HP, SJ: Toserba Surgawi. Yogyakarta: Kanisius, 2003.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Bibliografi, Buku, My Life is An Open Book
Daftar Isi
March 8th, 2008 Posted 12:05 am
KATA PENGANTAR vi
UCAPAN TERIMA KASIH ix
BAGIAN SATU: SEJARAH SUDAH TERUKIR
Memori Masa Lalu 1
Warna-Warni Masa Sekolah 7
Anda Siapa, Ya? 16
Jakarta – Sukabumi, 26 Mei 1996 21
Nyaris… 33
Aku (Sepertinya) Bukan Anak Papa… 39
Life Is A Matter Of Choosing 48
To Infinity And Beyond… 57
Menjadi Ibu, Hari Pertama 72
Natal Termahal 78
Pesta Kecil Si Sulung 84
Resepsi Meriah 88
Ada Rumah Kosong 92
Ini Hariku! 95
Hartaku, Secara Harfiah 103
Ini Caraku 107
Ibu Rumah Tangga Sebagai Karir 117
Sekarang Aku Punya Kampung 122
BAGIAN DUA: KASIH TANPA BATAS
Cinta Adalah Kata Kerja 127
Cinta Datang Dari Perut 131
Cinta Pada Pandangan Kedua 136
Pasutri Atau Istri? 140
Ada Yang Lebih Baik Dari Keluarga? 144
BAGIAN TIGA: SELUAS SAMUDERA, SETINGGI LANGIT
Akulah Pusat Dunia 147
Tak Perlu Ditawar 154
Nilai Sebuah Penghargaan 157
Harga Sebuah Diri Dan Gengsi 162
Tidak Dengan Cuma-cuma 165
Bangga Yang Mahal 169
Itu Kan Relatif 172
Berbeda, Kok Takut? 176
Improvisasi Rencana 179
Batasi Informasi 182
BAGIAN EMPAT: JAUH KE DALAM SANUBARI
Tuhan Milik Siapa? 187
Sungguh Ajaib 194
Sungai Kebaikan 198
Pinjamkan Telingamu 204
Terima Kasih Ya… 208
Harus Ada Yang Disalahkan! 211
Keberanian Memaafkan 214
Bertumbuh Atau Berkarat? 218
BAGIAN LIMA: MIMPI INDAH, SAYANG…
Bukan Pertandingan 221
Sepatu Bututku 225
Guru dan Sahabat Terbaik 234
My Life Is An Open Book 236
Biarkan Jadi Misteri, Teruslah Bermimpi 241
TENTANG PENULIS 247
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, Daftar Isi, My Life is An Open Book
Ucapan Terima Kasih
March 8th, 2008 Posted 12:04 am
Terima kasih yang sebesar-besarnya bagi (alm.) Papa, Mama dan Abang yang sudah merawat, membesarkan, dan memberi saya pelajaran yang amat berharga. Tanpa kepahitan itu, saya mungkin tidak akan seperti ini: menemukan kebenaran hati saya dan menjadi orang yang jauh lebih baik dari yang saya kira.
Opung Siregar yang membanjiri saya dengan dongeng-dongengnya. Nenek Harahap yang membelaku waktu aku kecil. Opung Lubis yang belum pernah kukenal. Semoga damai di Surga. Nenek Nasution yang masih sehat di usianya yang sudah lanjut. “Doakan supaya aku bisa antarkan buku ini ke Panyabungan.”
Kel. BY. Loekito – Om Loek, Tante Lientje, Niken, Adrian, Agung – sebagai panutan yang kasihnya tak habis oleh waktu, tidak bosan menjadi sandaran dalam suka dan duka. Sungguh menjadi bagian dari keluarga saya dan tidak bisa membalas kebaikan hati kalian.
Kel. H. Soesanto untuk bimbingannya dan menjadi wali saya dan keluarga. Jacques Catteeuw, CICM untuk semangatnya yang membara.
Sahabat-sahabat saya: Danny Ardiono Hadiatmojo yang menge-nalkan saya pada dunia yang lebih luas dan mengajarkan untuk jadi orang “tidak biasa”. SS Budi Rahardjo dan Ratih Soehardjo, rekan kerja terbaik sekaligus sahabat yang kerap mengunjungi setiap saya pindah rumah. FX. Kusmaryadi, SCJ, V. Indra Sanjaya, Pr, V. Teja Anthara, SCJ, B. Slamet Lasmunadi, Pr, G. Hertanto, MSC, untuk berkat dan doanya serta selalu menjadi “pemilik telinga yang baik”.
Seluruh keluarga besar Oey Keng Siong yang sudi menerima saya apa adanya, terutama: Mama Oey Tjiok Nio, Cie Ida Wahyuni dan keluarga, Koh Wahyudi Kustiyo dan keluarga, Ngku Tjhie Tjoen Han.
Seluruh sahabat dan kerabat yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang sudi menerima tumpahan air mata dan menganggap kisah saya layak dibukukan serta tak sabar ingin membaca. Kel. Marna Yosida Siregar, Kel. (Alm.) Dolly Parlindungan Siregar, Kel. Tetty Ida Irawati, Kel. Ampang Allo-Bunsjur Aini, Kak Fifi, Ncik Kiem Tjong Gie, Cie Tan Swat Lyen dan Koh Liem Gwan Hok, Ayu Dewo, Melly Djamas, Paul Piay, Temi Melati Utami, Iyin Verien Wowiling, Chaty Puji, Budi Adi N, Amin Singgih, Christian Denny, Caecilia, Diana AS, Adwaito Adwi, Anwari, Aristo K, Kak Ata, Heru Wicaksono, Agus Soeparto, Kirdi Putra, Intan Amrin.
Semua orang – siapa saja – yang pernah meninggalkan luka di hati saya dan membuat saya belajar untuk memaafkan dan tidak berbuat sama.
Save the best for last, keluarga kecil saya yang sungguh luar biasa dan tak cukup kata untuk menggambarkannya: Gregorius “Danny-ku” Koestijo, suami dan sahabat yang menyebalkan tapi ngangeni, “Nggak enak sehari nggak ngerumpi sama kamu”; Mikayla Karissa Denel “bunga bakungku”, dan Gavryel Griffin Denel “burung pipitku”, malaikat-malaikat kecil yang berisik dan tidak bisa duduk tenang tapi luar biasa.
Tritunggal Maha Kudus, Keluarga Kudus dari Nazareth serta para malaikat dan semua Orang Kudus yang membuat kehidupan saya dan keluarga saya semarak.
Dengan rendah hati, buku ini saya persembahkan untuk kalian semua sebagai hadiah ulang tahun dan ulang tahun pernikahan dari saya…
Tuhan,
Semoga buku ini boleh menjadi inspirasi bagi siapa saja
Terlebih bagi Mama dan Abang
Untuk menemukan titik balik mereka
Dan hidup lebih baik
Agar mereka sadar
Hidup terlalu indah untuk disia-sia(Doa ulang tahun. Tengah malam, Sabtu 8 Maret 2008, 00.25)
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Ucapan Terima Kasih
Petikan
March 8th, 2008 Posted 12:03 am
Tak punya punya pedoman hidup, tak jelas ke mana arahnya, tak kenal siapa Tuhanku. Aku menjalani turning point yang dahsyat. Aku ingin mengubah hidupku. Siapa bilang nasib tak bisa diubah? Bisa! Harus bisa! Tak ada yang tak mungkin. Hidup boleh tidak adil, tapi Tuhan tidak tidur! Aku harus mencarinya bagaimanapun caranya. Aku harus dapat.
Inilah turning point terpenting dalam hidupku: pindah keyakinan dan kawin lari. Titik ini membuka awal baru dalam hidupku. Aku belajar untuk memaafkan dan menyembuhkan luka batinku. Aku menata lagi hidupku satu demi satu. Cukup sudah masa kelamku.
Jika aku tidak bisa mengubah keadaan, maka aku yang akan berubah. Dan aku mengalir seperti air yang tak akan kembali ke hulu…
***
Kawin lari. Itu hanya ada di film. Tidak pernah terbayangkan di benak banyak orang. Terlalu banyak orang yang takjub atas kenekatanku. Si Ayah melamarku tiga kali dan semuanya ditolak mentah-mentah oleh Mama. Alasan etnis menjadi terlalu klise untuk dibahas.
***
Pada beberapa momen yang amat penting dalam hidupku sejak aku hengkang dari rumah, Mama tidak pernah mendampingi. Pernikahan dan kelahiran kedua anakku kujalani berdua suamiku. Mungkin terlihat berlebihan jika aku bilang, “Aku tidak punya keluarga.” Tapi itu fakta. Hartaku hanya si Ayah dan kedua anakku. Jika orang lain bisa berkata, “Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku.” Lalu ke mana aku pulang?
***
Memang aku bukan anak yang baik. Tapi aku sudah cukup membuktikan pada diriku bahwa aku mampu menjadi menantu dan Ibu yang cukup baik dengan caraku sendiri. Aku mampu membangun keluarga menurut dengan upayaku sendiri. Aku sungguh berdiri di atas kakiku sendiri. Tanpa bantuan Mama. Yang terpenting, menjadi seseorang yang jauh lebih baik bahkan lebih jauh dari yang pernah kubayangkan.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Petikan
Sinopsis
March 8th, 2008 Posted 12:02 am
Bagi keluarganya, ia sosok yang pemberontak dan liar. Bagi sebagian orang, ia adalah sosok teman yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa tentang dirinya. Tapi ia pernah melewati bagian yang jauh dari benak banyak orang: mengubah hidup dan keadaannya dengan cara yang tidak biasa.
Berkisah tentang hidup penulis yang berangkat dari masa kecil yang tidak bahagia dan penuh tekanan. Ia melalui masa remaja yang berandalan di jalanan dan hanyut di tengah gemerlap dunia kelam. Ia bertekad untuk bangkit dan menemukan turning point-nya, mengubah keadaan dan hidupnya.
Tidak banyak orang yang nekat mendobrak nilai dan norma demi sebuah perubahan. Ketika semua bertentangan dengan kebenaran hatinya, ia menerobos terus. Ia hanya segelintir dari orang-orang yang dianggap edan.
Beban berat itu mulai dapat dibanggakannya. Ia berhasil menunjukkan bahwa ia bisa berdamai dengan luka melalui sebuah perjuangan yang masih terus bergulir demi sebuah perubahan hidup.
Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk menggali gagasan, inspirasi dan filosofi menarik yang kadang tidak mudah diterima pemikiran orang awam. Belajar dari baik-buruk hidupnya agar membuat hidup Anda lebih baik lagi. Selain itu, cukup mengundang kontroversial karena dianggap membuka aib sendiri dan orang lain.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Sinopsis








