Posts Tagged ‘Buku’
Daftar Isi
March 8th, 2008 Posted 12:05 am
KATA PENGANTAR vi
UCAPAN TERIMA KASIH ix
BAGIAN SATU: SEJARAH SUDAH TERUKIR
Memori Masa Lalu 1
Warna-Warni Masa Sekolah 7
Anda Siapa, Ya? 16
Jakarta – Sukabumi, 26 Mei 1996 21
Nyaris… 33
Aku (Sepertinya) Bukan Anak Papa… 39
Life Is A Matter Of Choosing 48
To Infinity And Beyond… 57
Menjadi Ibu, Hari Pertama 72
Natal Termahal 78
Pesta Kecil Si Sulung 84
Resepsi Meriah 88
Ada Rumah Kosong 92
Ini Hariku! 95
Hartaku, Secara Harfiah 103
Ini Caraku 107
Ibu Rumah Tangga Sebagai Karir 117
Sekarang Aku Punya Kampung 122
BAGIAN DUA: KASIH TANPA BATAS
Cinta Adalah Kata Kerja 127
Cinta Datang Dari Perut 131
Cinta Pada Pandangan Kedua 136
Pasutri Atau Istri? 140
Ada Yang Lebih Baik Dari Keluarga? 144
BAGIAN TIGA: SELUAS SAMUDERA, SETINGGI LANGIT
Akulah Pusat Dunia 147
Tak Perlu Ditawar 154
Nilai Sebuah Penghargaan 157
Harga Sebuah Diri Dan Gengsi 162
Tidak Dengan Cuma-cuma 165
Bangga Yang Mahal 169
Itu Kan Relatif 172
Berbeda, Kok Takut? 176
Improvisasi Rencana 179
Batasi Informasi 182
BAGIAN EMPAT: JAUH KE DALAM SANUBARI
Tuhan Milik Siapa? 187
Sungguh Ajaib 194
Sungai Kebaikan 198
Pinjamkan Telingamu 204
Terima Kasih Ya… 208
Harus Ada Yang Disalahkan! 211
Keberanian Memaafkan 214
Bertumbuh Atau Berkarat? 218
BAGIAN LIMA: MIMPI INDAH, SAYANG…
Bukan Pertandingan 221
Sepatu Bututku 225
Guru dan Sahabat Terbaik 234
My Life Is An Open Book 236
Biarkan Jadi Misteri, Teruslah Bermimpi 241
TENTANG PENULIS 247
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, Daftar Isi, My Life is An Open Book
Ucapan Terima Kasih
March 8th, 2008 Posted 12:04 am
Terima kasih yang sebesar-besarnya bagi (alm.) Papa, Mama dan Abang yang sudah merawat, membesarkan, dan memberi saya pelajaran yang amat berharga. Tanpa kepahitan itu, saya mungkin tidak akan seperti ini: menemukan kebenaran hati saya dan menjadi orang yang jauh lebih baik dari yang saya kira.
Opung Siregar yang membanjiri saya dengan dongeng-dongengnya. Nenek Harahap yang membelaku waktu aku kecil. Opung Lubis yang belum pernah kukenal. Semoga damai di Surga. Nenek Nasution yang masih sehat di usianya yang sudah lanjut. “Doakan supaya aku bisa antarkan buku ini ke Panyabungan.”
Kel. BY. Loekito – Om Loek, Tante Lientje, Niken, Adrian, Agung – sebagai panutan yang kasihnya tak habis oleh waktu, tidak bosan menjadi sandaran dalam suka dan duka. Sungguh menjadi bagian dari keluarga saya dan tidak bisa membalas kebaikan hati kalian.
Kel. H. Soesanto untuk bimbingannya dan menjadi wali saya dan keluarga. Jacques Catteeuw, CICM untuk semangatnya yang membara.
Sahabat-sahabat saya: Danny Ardiono Hadiatmojo yang menge-nalkan saya pada dunia yang lebih luas dan mengajarkan untuk jadi orang “tidak biasa”. SS Budi Rahardjo dan Ratih Soehardjo, rekan kerja terbaik sekaligus sahabat yang kerap mengunjungi setiap saya pindah rumah. FX. Kusmaryadi, SCJ, V. Indra Sanjaya, Pr, V. Teja Anthara, SCJ, B. Slamet Lasmunadi, Pr, G. Hertanto, MSC, untuk berkat dan doanya serta selalu menjadi “pemilik telinga yang baik”.
Seluruh keluarga besar Oey Keng Siong yang sudi menerima saya apa adanya, terutama: Mama Oey Tjiok Nio, Cie Ida Wahyuni dan keluarga, Koh Wahyudi Kustiyo dan keluarga, Ngku Tjhie Tjoen Han.
Seluruh sahabat dan kerabat yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang sudi menerima tumpahan air mata dan menganggap kisah saya layak dibukukan serta tak sabar ingin membaca. Kel. Marna Yosida Siregar, Kel. (Alm.) Dolly Parlindungan Siregar, Kel. Tetty Ida Irawati, Kel. Ampang Allo-Bunsjur Aini, Kak Fifi, Ncik Kiem Tjong Gie, Cie Tan Swat Lyen dan Koh Liem Gwan Hok, Ayu Dewo, Melly Djamas, Paul Piay, Temi Melati Utami, Iyin Verien Wowiling, Chaty Puji, Budi Adi N, Amin Singgih, Christian Denny, Caecilia, Diana AS, Adwaito Adwi, Anwari, Aristo K, Kak Ata, Heru Wicaksono, Agus Soeparto, Kirdi Putra, Intan Amrin.
Semua orang – siapa saja – yang pernah meninggalkan luka di hati saya dan membuat saya belajar untuk memaafkan dan tidak berbuat sama.
Save the best for last, keluarga kecil saya yang sungguh luar biasa dan tak cukup kata untuk menggambarkannya: Gregorius “Danny-ku” Koestijo, suami dan sahabat yang menyebalkan tapi ngangeni, “Nggak enak sehari nggak ngerumpi sama kamu”; Mikayla Karissa Denel “bunga bakungku”, dan Gavryel Griffin Denel “burung pipitku”, malaikat-malaikat kecil yang berisik dan tidak bisa duduk tenang tapi luar biasa.
Tritunggal Maha Kudus, Keluarga Kudus dari Nazareth serta para malaikat dan semua Orang Kudus yang membuat kehidupan saya dan keluarga saya semarak.
Dengan rendah hati, buku ini saya persembahkan untuk kalian semua sebagai hadiah ulang tahun dan ulang tahun pernikahan dari saya…
Tuhan,
Semoga buku ini boleh menjadi inspirasi bagi siapa saja
Terlebih bagi Mama dan Abang
Untuk menemukan titik balik mereka
Dan hidup lebih baik
Agar mereka sadar
Hidup terlalu indah untuk disia-sia(Doa ulang tahun. Tengah malam, Sabtu 8 Maret 2008, 00.25)
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Ucapan Terima Kasih
Petikan
March 8th, 2008 Posted 12:03 am
Tak punya punya pedoman hidup, tak jelas ke mana arahnya, tak kenal siapa Tuhanku. Aku menjalani turning point yang dahsyat. Aku ingin mengubah hidupku. Siapa bilang nasib tak bisa diubah? Bisa! Harus bisa! Tak ada yang tak mungkin. Hidup boleh tidak adil, tapi Tuhan tidak tidur! Aku harus mencarinya bagaimanapun caranya. Aku harus dapat.
Inilah turning point terpenting dalam hidupku: pindah keyakinan dan kawin lari. Titik ini membuka awal baru dalam hidupku. Aku belajar untuk memaafkan dan menyembuhkan luka batinku. Aku menata lagi hidupku satu demi satu. Cukup sudah masa kelamku.
Jika aku tidak bisa mengubah keadaan, maka aku yang akan berubah. Dan aku mengalir seperti air yang tak akan kembali ke hulu…
***
Kawin lari. Itu hanya ada di film. Tidak pernah terbayangkan di benak banyak orang. Terlalu banyak orang yang takjub atas kenekatanku. Si Ayah melamarku tiga kali dan semuanya ditolak mentah-mentah oleh Mama. Alasan etnis menjadi terlalu klise untuk dibahas.
***
Pada beberapa momen yang amat penting dalam hidupku sejak aku hengkang dari rumah, Mama tidak pernah mendampingi. Pernikahan dan kelahiran kedua anakku kujalani berdua suamiku. Mungkin terlihat berlebihan jika aku bilang, “Aku tidak punya keluarga.” Tapi itu fakta. Hartaku hanya si Ayah dan kedua anakku. Jika orang lain bisa berkata, “Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku.” Lalu ke mana aku pulang?
***
Memang aku bukan anak yang baik. Tapi aku sudah cukup membuktikan pada diriku bahwa aku mampu menjadi menantu dan Ibu yang cukup baik dengan caraku sendiri. Aku mampu membangun keluarga menurut dengan upayaku sendiri. Aku sungguh berdiri di atas kakiku sendiri. Tanpa bantuan Mama. Yang terpenting, menjadi seseorang yang jauh lebih baik bahkan lebih jauh dari yang pernah kubayangkan.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Petikan
Sinopsis
March 8th, 2008 Posted 12:02 am
Bagi keluarganya, ia sosok yang pemberontak dan liar. Bagi sebagian orang, ia adalah sosok teman yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa tentang dirinya. Tapi ia pernah melewati bagian yang jauh dari benak banyak orang: mengubah hidup dan keadaannya dengan cara yang tidak biasa.
Berkisah tentang hidup penulis yang berangkat dari masa kecil yang tidak bahagia dan penuh tekanan. Ia melalui masa remaja yang berandalan di jalanan dan hanyut di tengah gemerlap dunia kelam. Ia bertekad untuk bangkit dan menemukan turning point-nya, mengubah keadaan dan hidupnya.
Tidak banyak orang yang nekat mendobrak nilai dan norma demi sebuah perubahan. Ketika semua bertentangan dengan kebenaran hatinya, ia menerobos terus. Ia hanya segelintir dari orang-orang yang dianggap edan.
Beban berat itu mulai dapat dibanggakannya. Ia berhasil menunjukkan bahwa ia bisa berdamai dengan luka melalui sebuah perjuangan yang masih terus bergulir demi sebuah perubahan hidup.
Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk menggali gagasan, inspirasi dan filosofi menarik yang kadang tidak mudah diterima pemikiran orang awam. Belajar dari baik-buruk hidupnya agar membuat hidup Anda lebih baik lagi. Selain itu, cukup mengundang kontroversial karena dianggap membuka aib sendiri dan orang lain.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Sinopsis
Tentang Buku
March 8th, 2008 Posted 12:01 am
Terdorong oleh komentar sahabat-sahabat saya setiap mendengar kisah saya dan diyakini oleh Danny, mulailah saya menulis. Kadang bosan juga menceritakan kisah tidak menyenangkan berulang-ulang setiap kali saya ditanya. Herannya, semua orang takjub pada cerita hidup saya. Lalu Danny meyakinkan agar saya menulis buku saja supaya tidak capek berulang-ulang menceritakan kisah yang sama.
Saya menulis buku ini berdasarkan pengalaman kurang menyenangkan dan pelajaran yang saya ambil. Banyak orang yang mempertanyakan, “Apa genre bukunya?” Saya tidak tahu karena saya tidak mengkotak-kotakkan diri.
My life is an open book. Saya berharap orang lain dapat belajar dari kehidupan saya, baik-buruknya dan pelajaran apa yang dapat diambil. Saya tidak merasa diri dan hidup saya istimewa. Satu-satunya hal istimewa yang saya rasakan adalah saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melewati segala proses tidak menyenangkan ini. Saya bukan ingin tampil jadi pusat perhatian dunia. Saya hanya ingin orang lain tidak meniru keburukan saya dan dapat hidup jauh lebih baik dari saya.
Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan tokoh-tokoh dalam cerita saya. Semua kejadian dan tokohnya nyata. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya jika ada pihak yang merasa tersinggung. Buku ini juga bukan menekankan pada satu keyakinan tertentu, apalagi dengan pindahnya keyakinan saya. Itulah proses yang saya pilih untuk saya jalani. Ketika saya merasa bahwa tidak ada pelajaran yang dapat kuambil dari Mama, seorang romo sahabat saya malah menyatakan, “Itulah pelajaranmu. Bagaimana supaya tidak melakukan kesalahan yang sama?”
Saya hanya sebuah mata rantai antara generasi Mama – Mama Mertua dan generasi kedua anakku. Bagaimana saya bisa memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kelebihan mereka untuk kemudian meneruskannya.
Tags: Buku, My Life is An Open Book
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Tentang Buku








