Review dari Christine Yuliana – Jakarta

No Comments »

January 25th, 2010 Posted 4:57 pm

Just finished reading ur book yesterday.. Good one! Ur life full of adventure ya.. membuka pandangan tentang suatu kehidupan yang lain dan berbeda dari hidupku sendiri..

Christine Yuliana, Jakarta



SEPUTAR FACEBOOK: G. Lini Hanafiah ‘Seorang yang Mensugesti’

No Comments »

January 5th, 2010 Posted 5:00 am

Terima kasih buat Bobby ‘Jude’ Gunawan atas apresiasinya.

SEPUTAR FACEBOOK: G. Lini Hanafiah ‘Seorang yang Mensugesti’

Menulis, kegiatan yang bagi sebagian orang menyenangkan, bagi sebagian lagi menyulitkan. Sulit? Bagi mereka yang merasa sulit, biasanya karena tidak tahu harus mulai dari mana, bagaimana memulainya, dan apa yang harus ditulis. Ada juga yang merasa menulis itu butuh usaha ekstra atau tidak berbakat tetapi memiliki keinginan besar.

Kutipan diatas yang diambil dari Page-nya Mba Genevive Lini Hanafiah salah satu ‘profiler’ yang selalu aktif di Jejaring FACEBOOK yang memberikan gue dan mungkin kamu-kamu semua yang menyelami mengenai Mba Lini mengenai kerangka yang mendalam bagaimana merenungkan inspirasi kita dalam bidang tulis-menulis.

Read the rest of this entry »



Tags:
Posted in Kata Sahabat

Review dari San San Tjahaya – Bandung

No Comments »

December 23rd, 2009 Posted 5:45 pm

Setelah membaca buku ini, aku melihat beberapa keterkaitan yang tak dapat dielakkan dalam kehidupan ini. Kejujuran, yang pada akhirnya melahirkan kebebasan, yang mau tidak mau mendatangkan konsekuensi, yang membutuhkan keberanian untuk menjalani kehidupan yang penuh kedamaian.

Salut kepada penulis yang sanggup menempatkan kejujuran, kebebasan, keberanian dan kedamaian secara maksimal dalam kehidupannya, dan menuliskannya menjadi sebuah pembelajaran bagi para pembacanya.

Terus berkarya, terus maju dengan hidup dan keluarga kecilmu, karena Tuhan memberkatimu senantiasa :)

San San Tjahaya
Bandung



Review dari Anang Yb – Bekasi

No Comments »

December 22nd, 2009 Posted 10:27 pm

MY LIFE IS TO OPEN MY BO(R)OK

Review buku:

Judul: “My Life is an Open Book”

Penulis: G. Lini Hanafiah

Apakah saya harus merasa beruntung karena dapat mengenal G. Lini Hanafiah sesaat sebelum membaca buku “My Life is an Open Book”? Atau malah sebaliknya, perjumpaanku dengan si penulis buku itu justeru mengurangi sensasi emosional yang semestinya bisa kureguk di setiap halaman bukunya?

Lini menulis layaknya sedang memegang kemudi bis kota rombeng jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu. Jangan harap Anda bakal diberi kesempatan untuk sejenak senyum-senyum kecil sambil memelototi deretan karyawati seksi yang sedang menunggu bis di sepanjang jalan Gatot Soebroto. Anda cuma penumpang di bis yang dia kendarai. Anda cumapembaca dari buku harian yang dia tulis. Biarkan saja Lini yang sopir itu mengumpat saat diperlakukan tidak adil oleh “polisi”di sepanjang perjalanan hidupnya. Dengarkan saja ocehan panjangnya dan jangan coba-coba Anda masuk apalagi memasukkan kata-kata sarkatisnya ke dalam benak Anda. Anda harus berada di luar Lini untuk bisa “menikmati” buku ini.

Read the rest of this entry »



Review dari Andre Yuniko Poerdianto, SJ – Melbourne

No Comments »

December 22nd, 2009 Posted 9:40 pm

Aku sempat merenung saat membaca kisahmu dan mengingatkan diriku pada buku diaryku.

Dalam diary itu, aku tampil apa adanya…..semua aku tumpahkan rasa kesal, marah, malu, semua perasaan….tanpa takut bahwa aku tampil tidak orisinil. Aku tampil sebagai dirku sendiri dan hanya ada ALLAH dan diriku (yang adalah Citra-NYA)…….Betapa aku menemukan suatu pembebasan saat mencoretkan perasaanku yang paling jujur kepada buku itu.

Aku merasa semua orang yang memiliki buku diary merasakan apa yang aku rasakan. Namun, hidup ku terasa berbeda bila tampil di dunia yang nyata……..bukan dunia buku diary ku. Banyak hal yang hendak aku tutupi bila bertemu dengan orang lain. Mungkin kadarnya berbeda-beda terhadap satu orang dengan orang yang lain. Semakin aku akrab dengan sahabat, aku makin bisa tampil jujur. Akan tetapi, bila berjumpa dengan orang yang tidak aku kenal atau orang yang tidak aku sukai, aku cenderung berusaha menutup-nutupinya. Muncullah rasa tidak aman dengan diriku sendiri………aku kehilangan kebebasanku. Orang bisa saja memperdebatkan makna kebebasan, namun bagiku berekspresi itu penting. Apakah itu akan melukai perasan orang lain, bagiku lalu menjadi semua harus dikembalikan pada perspektif yang berbeda. Bila ada yang tersinggung dengan tulisanku, itu berarti orang tersebut ketidaksiapan menerima perbedaan pandangan. Ada banyak perspektif terhadap satu pengalaman yang sama, sebab itu tergantung pada pengalaman yang membentuk setiap orang.

Read the rest of this entry »



Review dari Petrus Suparyanto, FIC – Yogyakarta

No Comments »

December 16th, 2009 Posted 7:22 am

Mbak Lin…
Buku My Life … dah hampir habis untuk lalapan… Kesanku…nano-nano. Panulisnya seorang person yang bebas… merdeka. Jiwa petualangan ato avonturnya hebat. Ngotot klo dah prinsip… meski kayaknya gak punya otot beneran… he he he.
Selalu cari alternatif… paling tidak mulai dengan pikiran… gagasan liar. Seru deh! Saru dikit untuk bumbu!

Itu semua tercermin dalam dua putra-putri… anak-anak yang merdeka.

Bener-bener … exiting… inspiring… TQ. Juga atas samperannya.

Petrus Suparyanto, FIC
Yogyakarta



Review dari Femikhirana, Surabaya

2 Comments »

October 13th, 2009 Posted 9:29 am

Saya melalap buku ini dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Terbukti aliran kisahnya yang nyaman dibaca dan selalu membuat penasaran sehingga enak dicerna. Dari sekian banyak nilai-nilai kehidupan yang dibahas membuat saya berkesimpulan : Ternyata untuk menjadi manusia normal dengan norma yang normal saja memang sulit dan harus diperjuangkan. Memang di dunia ini, terlalu penuh dengan mereka yang disorientasi terhadap kehidupan. Tuhan memberkatimu, teman. Dan jangan berputus asa dengan perjuangan selanjutnya bersama-Nya.

Femikhirana
Surabaya