Ulang Tahun Yuk Nulis! Kedua

2 Comments »

March 24th, 2010 Posted 10:01 am

Tidak terasa, Yuk Nulis! sudah masuk usia kedua. Sudah banyak Nuliser yang mumpuni bahkan Femi dan Fonny sudah punya fans page sendiri—Femi dengan Femi on the Blog dan Fonny dengan Chapters of Fonny’s Life. Kerja keras mereka sudah layak membuahkan hasil, keringat mereka sendiri, mandiri. Via Lattea tentu turut bangga.

Sabtu, 20 Maret 2010, dipilih sebagai waktu yang tepat untuk para Nuliser berkumpul dan bersyukur. Coffee Tree di Mall of Indonesia, Kelapa Gading ikut ceria menampung sebelas Nuliser: Femi, Felicia, Ratna, Grace, Angel, Anita, Vero, Hanna, Levi, aku, dan Yla sebagai Nuliser termuda. Angel mempersembahkan kue tart tebal berbentuk buku yang manis secara denotatif dan konotatif. Cie Hanna yang punya warung burger ikut mempersembahkan mini burger dan sandwich ala Hanna.

Makanan digelar, minuman digelar, tiga buku dan kaos juga ikut digelar: “Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu” dan “Kamu Bagian dari Hidupku”—keduanya karya rame-rame—dan “Bingkisan Kata” karya Femikhirana serta kaos limited edition, merchandise sebagai media promosi buku “Kamu Bagian dari Hidupku” yang akan segera diterbitkan dalam bentuk buku. “Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu” sudah diterbitkan lebih dulu dalam bentuk e-book. “My Life is An Open Book”—si ungu—jadi penggembira sebagai bonus paket buku CI(T)MJ—yang kita sebut si jambon—dan KBDH—yang kita sebut si merah.

Dua tahun, dua penulis dengan fans page, tiga buku, satu kaos. 32 Nuliser sangat aktif, 81 Nuliser aktif, dan 247 member milis (termasuk 113 Nuliser tadi di dalamnya).

Itu prestasi yang bisa Via Lattea banggakan sebagai induk semang Yuk Nulis!

Silakan melihat foto lengkapnya di http://www.facebook.com/album.php?aid=155845&id=120261591784



E-book: Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu

8 Comments »

February 14th, 2010 Posted 9:23 am

Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu

  • G. Lini Hanafiah
  • Martina Felesia
  • Henny Listyowati
  • Ratna Ariani
  • Dede AM Setiadi
  • Ika DS
  • Martha Liumei
  • Femikhirana
  • Levina Widyarsa
  • Ode (Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
  • Fonny Jodikin
  • Angel Li
  • Shandra Syailendra
  • Imelda Wijaya
  • Puji Lestari
  • Giacinta Hanna
  • Yenny Auw

ISBN: 978-979-18815-3-1
Penerbit: Via Lattea Foundation
83 hal
15x21cm

Sinopsis

Ayu dan Cantik adalah saudara kembar. Ayu adalah gadis pemalu, feminin dan pintar. Cantik adalah gadis ekspresif, tomboy dan mandiri.

Di antara mereka ada Bagus, pemuda rendah hati dan sederhana.

Cantik menyukai Bagus. Bagus menyukai Ayu. Ayu yang tahu isi hati Cantik tidak ingin menyakitinya dengan menerima cinta Bagus. Apakah cinta ini sungguh merah jambu?

Awalnya…

Terdengar ketukan di pintu. Cantik bergegas membukanya. Terlambat. Ayu yang memang duduk di ruang tamu lebih dulu membukanya. Begitu pintu terbuka, senyum hangat Bagus mengembang lebar.

“Hai ….” Bagus mengangguk kecil.

“Eh, Bagus. Dari mana?” Cantik menyapa dari ujung ruang tamu.

“Hai, Gus. Yuk masuk.” Ayu yang masih memegang gagang pintu bergeser memberi ruang supaya Bagus bisa lewat..

Bagus duduk di dekat pintu. Ayu duduk di sebelahnya. Cantik duduk di ujung. Ketiganya duduk terdiam. Ruang tamu itu ikut salah tingkah.


Euforia, Keliaran, dan Kesintingan

Pengantar

Bulan Januari 2010.

Seorang sesepuh Nuliser, Henny, menyampaikan idenya lewat layanan pesan instan, “Lin, mumpung Valentine masih jauh, mau bikin apa? Aku mau usul bikin sesuatu yang dikeroyok.” Hm … boleh juga. Ide ini kusampaikan pada beberapa sesepuh Nuliser yang kami sebut sebagai “Nasi Tim” (berangkat dari ide tim Nuliser sebagai sesepuh). Tentu saja, dengan gegap-gempita mereka menyambut baik.

Mulailah dirancang urusan teknis keroyokan ini. Lalu, didapatlah ide bahwa kail untuk memancing eforia, keliaran, dan kesintingan karya ini dimulai dari sepenggal kisah yang disertai seting sederhana. Sengaja seting ini hanya sepenggal untuk memberi kesempatan lebih pada imajinasi liar seluruh Nuliser yang terlibat.

Read the rest of this entry »



Review dari Agustinus Kuntadi – Sukabumi

No Comments »

January 25th, 2010 Posted 5:26 pm

Lini, bukunya udah selesai dibaca. Two thumbs up, perasaan ngga baca buku cuma dengerin orang cerita aja. Kalau begitu kapan2 boleh dong jadi narasumber :-)

Agustinus Kuntadi, Sukabumi



Review dari Maria Emmanuelle Atty Utomo – Salatiga

No Comments »

January 25th, 2010 Posted 5:00 pm

mbak Lini… akhirnya selesai juga buku My Life is An Open Book nya tadi pagi dibis ^ ^.. Commentnya buanyaaaakkk…yg pasti “very inspiring book” my thumbs aren’t enought to give :) ) Great!!

Maria Emmanuelle Atty Utomo, Salatiga



Review dari Christine Yuliana – Jakarta

No Comments »

January 25th, 2010 Posted 4:57 pm

Just finished reading ur book yesterday.. Good one! Ur life full of adventure ya.. membuka pandangan tentang suatu kehidupan yang lain dan berbeda dari hidupku sendiri..

Christine Yuliana, Jakarta



SEPUTAR FACEBOOK: G. Lini Hanafiah ‘Seorang yang Mensugesti’

No Comments »

January 5th, 2010 Posted 5:00 am

Terima kasih buat Bobby ‘Jude’ Gunawan atas apresiasinya.

SEPUTAR FACEBOOK: G. Lini Hanafiah ‘Seorang yang Mensugesti’

Menulis, kegiatan yang bagi sebagian orang menyenangkan, bagi sebagian lagi menyulitkan. Sulit? Bagi mereka yang merasa sulit, biasanya karena tidak tahu harus mulai dari mana, bagaimana memulainya, dan apa yang harus ditulis. Ada juga yang merasa menulis itu butuh usaha ekstra atau tidak berbakat tetapi memiliki keinginan besar.

Kutipan diatas yang diambil dari Page-nya Mba Genevive Lini Hanafiah salah satu ‘profiler’ yang selalu aktif di Jejaring FACEBOOK yang memberikan gue dan mungkin kamu-kamu semua yang menyelami mengenai Mba Lini mengenai kerangka yang mendalam bagaimana merenungkan inspirasi kita dalam bidang tulis-menulis.

Read the rest of this entry »



Tags:
Posted in Kata Sahabat

Review dari San San Tjahaya – Bandung

No Comments »

December 23rd, 2009 Posted 5:45 pm

Setelah membaca buku ini, aku melihat beberapa keterkaitan yang tak dapat dielakkan dalam kehidupan ini. Kejujuran, yang pada akhirnya melahirkan kebebasan, yang mau tidak mau mendatangkan konsekuensi, yang membutuhkan keberanian untuk menjalani kehidupan yang penuh kedamaian.

Salut kepada penulis yang sanggup menempatkan kejujuran, kebebasan, keberanian dan kedamaian secara maksimal dalam kehidupannya, dan menuliskannya menjadi sebuah pembelajaran bagi para pembacanya.

Terus berkarya, terus maju dengan hidup dan keluarga kecilmu, karena Tuhan memberkatimu senantiasa :)

San San Tjahaya
Bandung