Review : G. Lini Hanafiah : My life is an Open Book
Butuh seminggu buat nyelesaiin buku yang ga seberapa tebal ini. Bukan karena bukunya ga menarik, tapi emang agak sibuk karena si mbak ga kerja lagi (jadi senasib ama Lini yang juga ngurus dua anak sendiri). Sama juga ama Lini, aku juga ngurus rumah dengan cara, yang bisa dibersihin ya di bersihin, kalo belom sempat ya udah. Wadoh, koq malah cerita masalah sendiri ya?
Kesanku selama baca buku ini, penulisnya (Lini) punya luka bathin yang amat dalam ama si Mama. Luka ini mungkin sudah (agak) sembuh, tapi masih meninggalkan bekas yang dalam. Itu jelas tertulis disetiap bagian buku. Bagaimana ketidakpuasan Lini pada Mama. Lini mencoba menggantikan posisi ini dengan Mama Mertua yang punya sifat yang bertolak belakang dengan Mama.
Kalau Mama suka mengeluh, Mama Mertua pendiam. Kalau Mama menekankan pada materi, Mama Mertua lebih pada sikap kekeluargaan. Malahan Lini memberikan kesan baru pertama kali menemukan keluarga besar pada keluarga Ayah. Padahal Lini sendiri punya keluarga besar dari pihak Papa dan Mamanya, walaupun kurang erat. (Kapan-kapan ke Makassar Lin, biar tahu gimana satu kota bisa saling kenal sampe leluhurnya hanya dengan nyebut nama dan alamat orang tua.)
Tapi salah satu yang kusukai dari buku ini selain kejujuran Lini, adalah bagaimana seorang Lini ‘melihat’ ke belakang, tanpa harus ‘kembali’ ke belakang. Ini susah, karena kadang saat seseorang melihat ke masa lalu yang kelam dan penuh luka, dia kembali terluka dan bertambah luka karena pikirannya sendiri.
Kisah hidup Lini dituturkan dengan bahasa yang (cukup) teratur, namun tetap enak dibaca. Itu yang membuatku yakin kalau Lini tidak hidup kembali dimasa lalu saat menulis buku ini. Dia ‘hanya’ melihat saja, seperti melihat film kuno.
Yang lain yang kusuka dari buku ini adalah ‘Think out of the box’ (seperti yang Lini tulis untukku di lembar awal buku ini). Ini juga cara pandang yang susah-susah gampang. Tidak semua orang bisa. Dan diantara orang yang bisa, tidak semua orang bisa selalu menerapkannya. Tapi selama membaca buku ini, itu yang kutekankan dikepalaku. Think out of the box, alias membaca seobjective mungkin. Karena Lini yang kukenal ‘kelihatannya’ berbeda. Dan aku berhasil (walau tidak sepenuhnya hehehe).
Sisi lain kehidupan Lini kurasa mirip dengan hidupku sendiri. Kemarahan pada orang tua sampai mendidik anak (diusahakan) agar mereka semandiri mungkin. Untuk yang terakhir itu, aku yakin, kalau anak di didik mandiri (bukan berarti tidak dimanja) bukan berarti kita menerapkan standard yang terlalu tinggi untuk anak. Namun itu semua untuk melatih kepercayaan diri anak. Tentu saja masih dengan menyediakan reward atas keberhasilan anak buat mandiri tanpa harus dengan materi.
Membaca My Life is an Open Book bukan untuk mengenal Lini, tapi mengenal apa yang membentuk Lini. Bukan untuk mencari kebencian dan pujian Lini untuk siapapun, namun untuk melihat kediri sendiri, apakah kejelekan itu ada pada kita. Bukan untuk untuk mencela atau memuji Lini, namun menarik pengalaman menarik yang dialami seseorang dalam hidupnya.
Happy reading my friends….
Olyvia Santoso
Surabaya
Lini, bukumu ok sekali, beda, jujur n berani… membaca bukumu menguatkan saya yg memang selalu percaya bahwa; 1. Tuhan tentu lebih luas dari yg mampu manusia ungkap, agama tidak untuk dipaksakan. 2.segala sesuatu berhubungan, tidak sekedar kebetulan. 3. tak ada yg perlu ditutupi…thx berat buat bukumu.. datangnya tepat bgt loh… saya serasa berdiskusi lsg dgn seorang sahabat..
Therica Lay
Singapura
Hadiah Ulang Tahun untuk Yuk Nulis! dari Daesy Christina
Sudah lewat berapa hari?
Atau jangan-jangan sudah berapa bulan?
Lupa?
Atau memang lupa?
Tak sempat?
Atau memang tak sempat?
Mulai berhitung dari akhir.
Hingga ke awal.
Atau mungkin kebalikannya?
Merah ditambah hitam.
Biru bersama kuning.
Hijau menunggu biru.
Dan putih bermain bersama ungu dan oranye.
Awal mula hanya kata-kata.
Saling sapa, saling tegur.
Kadang sesekali diomelin.
Walau sebenarnya bukan bermaksud jahat.
Mulai bersua.
Bergurau bercanda.
Dan saling goda.
Beda umur bukan masalah.
Beda gender bukan masalah.
Beda profesi apalagi.
Semua bercampur seperti sayur sop.
Kini umurnya bertambah.
Harapan terus bergulir.
Semakin baik.
Dan terus semakin baik.
Menaungi mimpi mimpi indah dari goretan pena.
Atau angan angan dari ketikan komputer.
Yang sesekali disimpan hingga dicetak.
Semakin manis!
Kalau kata pecinta kemanisan.
Semakin baik!
Kalau kata pecinta kebaikan.
Semakin berwarna!
Kata mereka yang menyukai warna warni.
Dan kataku…Selamat Ulang Tahun!
Walau terlambat..walau sempat lupa.
Tapi doa akan tetap dipanjatkan
Dan impian akan tetap dikirimkan.
Untuk dia teman menulis kami.
Untuk dia tempat belajar kami.
Untuk dia sahabat kami.
Untuk dia si Yuk Nulis.
Happy Belated Birthday!
Dalam rangka ultah Yuk Nulis! kedua 18 Maret 2010.
Kaos limited edition yang dikutip dari buku Kamu Bagian dari Hidupku (Via Lattea Foundation, 2010. Akan segera terbit). Dengan membeli kaos, Anda ikut membantu mendanai penerbitan buku ini.
Ada 8 disain. Tiap disain hanya ada 1 lusin dengan perincian:
ukuran S 3 bh
ukuran M 3 bh
ukuran L 3 bh
ukuran XL 3 bh
Harga Rp 100.000
Silakan klik pada gambar.
Untuk pemesanan kaos, silakan isi form di bawah.
Lihat pula di album foto Merchandise Limited Edition
Sudah terbit buku kumpulan puisi motivasi dan refleksi dalam foto-foto indah. Buku dengan konsep kumpulan postcard dalam sampul hardcover dapat dilepas tanpa mengganggu bentuk asli buku. Cocok untuk dijadikan sebagai kado motivasi.
Spesifikasi Buku
Judul Buku: Bingkisan Kata
Penulis: Femikhirana
Penerbit: Via Lattea Foundation
ISBN: 978-979-18815-4-8
Ukuran: 12 x 16 cm
Cover: Hard cover, laminating doff, dengan bingkai poly emas, dan judul poly hologram
Isi: Ivory 210gsm, furnish UV (glossy), 20 lembar (19 postcard puisi bergambar)
Jilid: Spiral dengan garis potong/sobek pada isi postcard
Harga Rp 55.000,-/pcs.
Ongkos kirim tergantung wilayah pengiriman masing-masing.
Tentang Buku
motiflection adalah sebuah akronim dari kata motivation dan reflection.
Puisi-puisi ini terbentuk dari sebuah pelajaran perjalanan hidup yang dialami penulis. Diabadikan berbarengan dengan foto-foto indah dari para sobat fotografer untuk membuat Bingkisan Kata itu menjadi lebih hidup.
Penulis adalah seorang wiraswasta yang senang menulis tentang motivasi dan renungan dari pengalaman hidupnya dan sekelilingnya.

- Cover Depan Bingkisan Kata

- Cover Belakang Bingkisan Kata

- Contoh Isi: Mengubah Dunia

- Contoh Isi Burung Kecil

- Buku Bingkisan Kata
TIDAK TERSEDIA DI TOKO BUKU UMUM
Untuk pemesanan silakan isi form pemesanan di bawah ini :
Ulasan sementara: jujur nih My Life is Open Book adalah buku yg gurih dan renyah tulisannya, enak dibaca oleh siapapun. Buku yg unik ini, menawarkan keberanian menjungkir balikkan logika2 kemapanan dan mengobrak-abrik budaya feodalistik dalam tradisi kehidupan yg selama ini kita jalani dan kita anggap benar. Buku yg sarat dng misi mengajak pembaca untuk segera beranjak menjadi manusia yg bebas, merdeka bertanggung jawab. Disarankan dibaca oleh siapapun yg ingin merasakan hidup itu ternyata berwarna-warni dan harus berani menjalani.
…hahahahaha …..
Rachmat Budi Muliawan
Sriti.com
Yogyakarta

Tidak terasa, Yuk Nulis! sudah masuk usia kedua. Sudah banyak Nuliser yang mumpuni bahkan Femi dan Fonny sudah punya fans page sendiri—Femi dengan Femi on the Blog dan Fonny dengan Chapters of Fonny’s Life. Kerja keras mereka sudah layak membuahkan hasil, keringat mereka sendiri, mandiri. Via Lattea tentu turut bangga.
Sabtu, 20 Maret 2010, dipilih sebagai waktu yang tepat untuk para Nuliser berkumpul dan bersyukur. Coffee Tree di Mall of Indonesia, Kelapa Gading ikut ceria menampung sebelas Nuliser: Femi, Felicia, Ratna, Grace, Angel, Anita, Vero, Hanna, Levi, aku, dan Yla sebagai Nuliser termuda. Angel mempersembahkan kue tart tebal berbentuk buku yang manis secara denotatif dan konotatif. Cie Hanna yang punya warung burger ikut mempersembahkan mini burger dan sandwich ala Hanna.

Makanan digelar, minuman digelar, tiga buku dan kaos juga ikut digelar: “Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu” dan “Kamu Bagian dari Hidupku”—keduanya karya rame-rame—dan “Bingkisan Kata” karya Femikhirana serta kaos limited edition, merchandise sebagai media promosi buku “Kamu Bagian dari Hidupku” yang akan segera diterbitkan dalam bentuk buku. “Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu” sudah diterbitkan lebih dulu dalam bentuk e-book. “My Life is An Open Book”—si ungu—jadi penggembira sebagai bonus paket buku CI(T)MJ—yang kita sebut si jambon—dan KBDH—yang kita sebut si merah.
Dua tahun, dua penulis dengan fans page, tiga buku, satu kaos. 32 Nuliser sangat aktif, 81 Nuliser aktif, dan 247 member milis (termasuk 113 Nuliser tadi di dalamnya).
Itu prestasi yang bisa Via Lattea banggakan sebagai induk semang Yuk Nulis!

Silakan melihat foto lengkapnya di http://www.facebook.com/album.php?aid=155845&id=120261591784