Aku sempat merenung saat membaca kisahmu dan mengingatkan diriku pada buku diaryku.
Dalam diary itu, aku tampil apa adanya…..semua aku tumpahkan rasa kesal, marah, malu, semua perasaan….tanpa takut bahwa aku tampil tidak orisinil. Aku tampil sebagai dirku sendiri dan hanya ada ALLAH dan diriku (yang adalah Citra-NYA)…….Betapa aku menemukan suatu pembebasan saat mencoretkan perasaanku yang paling jujur kepada buku itu.
Aku merasa semua orang yang memiliki buku diary merasakan apa yang aku rasakan. Namun, hidup ku terasa berbeda bila tampil di dunia yang nyata……..bukan dunia buku diary ku. Banyak hal yang hendak aku tutupi bila bertemu dengan orang lain. Mungkin kadarnya berbeda-beda terhadap satu orang dengan orang yang lain. Semakin aku akrab dengan sahabat, aku makin bisa tampil jujur. Akan tetapi, bila berjumpa dengan orang yang tidak aku kenal atau orang yang tidak aku sukai, aku cenderung berusaha menutup-nutupinya. Muncullah rasa tidak aman dengan diriku sendiri………aku kehilangan kebebasanku. Orang bisa saja memperdebatkan makna kebebasan, namun bagiku berekspresi itu penting. Apakah itu akan melukai perasan orang lain, bagiku lalu menjadi semua harus dikembalikan pada perspektif yang berbeda. Bila ada yang tersinggung dengan tulisanku, itu berarti orang tersebut ketidaksiapan menerima perbedaan pandangan. Ada banyak perspektif terhadap satu pengalaman yang sama, sebab itu tergantung pada pengalaman yang membentuk setiap orang.
Read the rest of this entry »
Mbak Lin…
Buku My Life … dah hampir habis untuk lalapan… Kesanku…nano-nano. Panulisnya seorang person yang bebas… merdeka. Jiwa petualangan ato avonturnya hebat. Ngotot klo dah prinsip… meski kayaknya gak punya otot beneran… he he he.
Selalu cari alternatif… paling tidak mulai dengan pikiran… gagasan liar. Seru deh! Saru dikit untuk bumbu!
Itu semua tercermin dalam dua putra-putri… anak-anak yang merdeka.
Bener-bener … exiting… inspiring… TQ. Juga atas samperannya.
Petrus Suparyanto, FIC
Yogyakarta
Saya melalap buku ini dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Terbukti aliran kisahnya yang nyaman dibaca dan selalu membuat penasaran sehingga enak dicerna. Dari sekian banyak nilai-nilai kehidupan yang dibahas membuat saya berkesimpulan : Ternyata untuk menjadi manusia normal dengan norma yang normal saja memang sulit dan harus diperjuangkan. Memang di dunia ini, terlalu penuh dengan mereka yang disorientasi terhadap kehidupan. Tuhan memberkatimu, teman. Dan jangan berputus asa dengan perjuangan selanjutnya bersama-Nya.
Femikhirana
Surabaya
Beberapa waktu lalu ada beberapa orang teman yang komplain, “Lini bukunya kok ga ada di toko yang tertera di Distribusi My Life is An Open Book?”
Saya sudah cek ke distributor tapi belum mendapat jawaban.
Oleh karena itu, saya mohon kepada teman-teman yang sekiranya tidak menemukan buku saya di toko buku Gramedia yang tertera di Distribusi My Life is An Open Book untuk mengabarkan pada saya agar dapat ditindaklanjuti.
Karena keterbatasan stok, distribusi memang hanya mencakup P. Jawa saja.
Untuk Jabodetabek bisa langsung pesan ke Marsel alexanderhmarshall@gmail.com
Begitu juga untuk yang berapa di luar P. Jawa.
Bulan ini saya dan teman-teman akan lebih memperhatikan distribusi.
Terima kasih bagi para peserta yang udah ikutan berpartisipasi dalam Lomba Nulis Hari Aksara 2009.
Setelah berembug sana-sini. Maka dipilihlah pemenang yang berhak ikut dalam buku yang sedang dalam proses penerbitan.
Selamat buat Tina!
Bagi yang tidak terpilih – karena ini TK Yuk Nulis!, semua bisa terjadi – akan diterbitkan dalam bentuk e-book berbarengan dengan peluncuran buku nanti.
Atas kerja kerasnya, kami ucapkan selamat!
Anita | Angel | Bekti | Danny | Dede | Fachad | Femi | Fonny | Grace | Hanna | Henny | Lini | Pamuji
Yuk Nulis!
www.YukNulis.com
“To write well, you have to write what you know”
(Never Been Kissed, 1999)
Didukung sepenuhnya oleh Via Lattea Foundation
8 September ditetapkan sebagai Hari Aksara.
Sebagai pesta yang patut dirayakan, kami mengajak teman-temin untuk ikutan Festival Nulis Sadar Bahasa. Dengan sehari saja meninggalkan bahasa gaul, bahasa prokem, dan memperhatikan ejaan yang baik.
Meskipun tema yang dipilih adalah pengalaman pertama belajar menulis, ternyata tulisan yang masuk sungguh variatif.
Ini TK Yuk Nulis!, tidak ada hukuman atas benar atau salah. Yang benar didukung terus, yang salah dibetulkan. Di TK Yuk Nulis! prinsipnya adalah kegembiraan menulis, apapun boleh saja.
Bahasa adalah jati diri. Inilah karya teman-teman yang menunjukkan kebanggaannya jadi orang Indonesia dengan berbagai keragaman bahasanya.
Silakan membaca tulisan-tulisannya di artikel Festival Nulis Sadar Bahasa, Hari Aksara 8 September 2009.
Yuk Nulis!
www.YukNulis.com
“To write well, you have to write what you know”
(Never Been Kissed, 1999)
aku jadi semakin yakin kepahitan hidup yang Tuhan kasih dulu, adalah pelajaran yg sangat berarti..
yang menjadikan kita seperti sekarang ini..
kuat dan mandiri..
Walaupun aku merasa berbeda dengan org lain , terutama perasaanku tentang suatu hal..
semua bisa jadi kelebihan dan kekurangan aku..
so poin yg aku ambil dr My life is an open book :
Tak perlu menyesali apapun yg Tuhan telah kasih untuk kita, meski smuanya menyakitkan, coz I believe that He has made everything beautifull in it’s time….
Melanie Anie
Jakarta