Yuk Nulis, Ajakan Kreatif untuk Produktif
Majalah ADOI edisi Maret-April 2010
G. Lini Hanafiah, yang digelari Ibu Kost di group jejaring Yuk Nulis ini, tertawa ramah saat ditanya tentang ide awal dari pembentukan group ini. “Ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan saya pada masalah yang dihadapi teman-teman penulis pemula yang sulit memplubikasikan tulisan-tulisan mereka di media-media yang mapan serta terinspirasi oleh ide citizen jusnalism yang membuka lebar kebebasan untuk mengekspresikan ide dan pemikiran.” Begitulah paparannya, justru para penulis pemula seperti ini harus mendapatkan banyak perhatian. Dan kemudian dirintislah group Yuk Nulis dengan memanfaatkan blog, mailist dan facebook. “Blog adalah media panjang yang cocok untuk meng-upload hasil tulisan-tulisan, milis sebagai ruang ngobrol sesama ‘nuliser’ sehingga bisa saling akrab, dan facebook sebagai jembatan penghubung menuju pembaca. Dengan cara ini tingkat keterbacaannya akan cukup tinggi,” jelasnya.
Mengelola sebuah group di jejaring sosial tentu saja ada suka dukanya. “Banyak kepala, banyak hati, kadang memang susah ngaturnya. Tentu saja ini juga memerlukan aturan dan kode etik yang mesti dipegang bersama-sama.” Dari dinamika yang ada, secara alami akan terseleksi siapa yang benar-benar punya motivasi kuat untuk berkembang, siapa yang ingin sekedar ‘numpang beken’, atau yang suka suka berulah dengan menuliskan hal-hal yang vulgar atau memprovokasi. “Member punya hak, tetapi komunitas juga punya kode etik. Jadi kalau ada yang seenak sendiri ya ‘monggo saja’ kalau mau keluar.” Sejauh ini, group Yuk Nulis ini telah mencatat fans hampir sejumlah 4500. Sebuah angka yang cukup menjanjikan guna dikelola lebih lanjut untuk pendistribusian buku-buku hasil karya komunitas ini. Anggotanya pun beragam, baik dari segi usia maupun domisili, termasuk mereka yang tinggal di luar negeri. Jejaring sosial sungguh membuat banyak hal menjadi mungkin. Untuk menunjang pemberdayaan bersama para penulis pemula ini, Lini juga membekali teman-temannya dengan ibook panduan menulis Yuk Nulis. Selain dari karya-karya pribadi, sejauh ini Yuk Nulis sudah melahirkan dua buku yang ditulis secara bersama-sama, sebuah konsep yang cukup menarik. Salah satu bukunya yang berjudul “Cinta itu (tidak) Merah Jambu” diselesaikan secara estafet oleh 17 penulis dengan 9 ending hanya dalam waktu dua minggu.
Seiring dengan semakin banyaknya anggota yang bergabung, sejumlah pengurus kemudian dipilih untuk turut mengelola group ini. Selanjutnya, Lini mengharapkan group ini akan mampu melahirkan penulis-penulis mumpuni yang paham betul tentang pondasi menulis. Dalam hal ini, Lini dan group Yuk Nulis telah turut membuka mata bagaimana jejaring sosial bisa menyemai ide kreatif yang berbuah tindakan nyata dan bermanfaat bagi banyak orang.
Tulisan Terkait
Tags: Yuk Nulis!
This entry was posted on Wednesday, May 5th, 2010 at 5:17 pm and is filed under Kata Sahabat. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








2:09 am on May 6th, 2010
kiprah yang luar biasa bagi kaum ibu. selamat ya, semoga bermanfaat bagi sesama.
saya sedang belajar merangkai huruf jadi kata, kata jadi kalimat, kalimat jadi lautmat …hehehe
11:32 am on May 6th, 2010
@ Suparno: matur tengkiyu sanget… kalau sudah jadi samuderamat bagi2 ya
7:48 pm on May 6th, 2010
[...] This post was mentioned on Twitter by G. Lini Hanafiah. G. Lini Hanafiah said: Yuk Nulis, Ajakan Kreatif untuk Produktif: Majalah ADOI edisi Maret-April 2010 G. Lini… http://goo.gl/fb/X9giZ [...]
12:19 am on May 15th, 2010
Bravo Ibu Kost…
Hidup Yuk Nulis!…
Maju terus para Nuliser…
9:41 pm on May 16th, 2010
@ Henny: hidup Mbak Satpim!!
10:02 am on May 17th, 2010
Mau donk ikutan…
2:51 pm on May 17th, 2010
@ Eti: silakan buka http://www.yuknulis.com/mau-nulis ditunggu yaa…
12:32 am on May 30th, 2010
Makasih mbak… sudah memberi kesempatan untuk bergabung di YukNulis… moga di ‘rumah’ ini saya semakin mendapatkan banyak ilmu dan sahabat dalam perjalanan saya menjadi penulis yang baik…
9:34 am on May 30th, 2010
@ Guntur:
kembali kasih
kita semua sama2 belajar kok