Archive for the ‘Review e-book’ Category
Review dari R. Lilik Siswanto, Ungaran
March 16th, 2009 Posted 9:10 pm
Ada satu kata yang keluar dari dalam hati saya selama membaca buku ini. Apa itu? Keberanian!
Ya, keberanian. Dari buku ini, saya belajar bagaimana keberanian seorang manusia bernama G. Lini, bahkan dari kaca mata saya, kadang sikapnya yang diungkap lewat buku ini dapat saya katakan kelewat berani. Berani berbeda pandangan dengan Mama dan Abangnya. Berani mengambil sikap untuk menunjukkan berbedanya dengan ‘pemberontakan’. Berani terjun ke jalanan dalam rangka mencari kebenaran. Berani kawin lari. Berani mengampuni. Berani menjadi murid sekaligus guru pada kedua anaknya. Berani menerima kenyataan hidup yang jauh berbeda dengan harapannya. Dan, masih banyak lagi keberanian. Namun, satu keberanian yang saya anggap puncak keberanian seorang G. Lini dalam buku ini, yang layak menjadi bahan perenungan bagi pembaca buku ini adalah saat Lini berani untuk menulis sisi kelam masa lalunya dan membukanya bagi orang lain. Ini membutuhkan keberanian sekaligus sikap rendah hati. Dan sikap seperti ini, saat ini, jarang bisa ditemukan pada kebanyakaan orang.
Salam salut,
R. Lilik Siswanto
Ungaran
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Kwinta Masalit, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 9:06 pm
kalo kita kenalnya cuman kupu-kupu…alangkah Indahnya taman kehidupan….
tapi kalo kita ‘kenali’ kupu-kupu lebih dalam….Wow dia dulunya ulat bulu yang kita sentuh aja bisa bikin gatel-gatel…ngabisin daun-daun hijau taman hingga tampak gersang….
setelah puas…kenyang dihina, dijauhi…dia samadi….menjadi kpompong…
belajar….
bermeta….mormoran…
jadilah Ibu rumahan dengan 2 anak timangannya ‘sendiri’
Kwinta Masalit
Jakarta
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari E. Niken, Yogya
March 16th, 2009 Posted 9:04 pm
not me: ada lagi komen gw secara sebuah karya ya —-> terlalu mengalir
menurut gw gaya bahasanya enak
soalnya menurut gw the book is good
as a book, it’s good
and itu bukan masalah siapa atau apa yang jadi basisnya
maksud gw buku itu ya buku
gw suka justru karena anonimity yang lo pake
i mean, people won’t know it’s you… you don’t speak names
ga ada central idea yang keliatan
awal dan akhir gw ga liat ada konsistensi selayaknya sebuah buku
i mean… ini basic banget kan
di sebuah karya harus ada pertanyaan, problem, ide, or whatsoever lah orang mo sebut
dan karya itu menjawab benda tersebut di atas
gw ga liat itu di karya lu
in the beginning mungkin bisa lo tambahin sedikit overview tentang luka dan perubahan
jadi ketika orang sampe di pantatnya buku lo
orang menemukan jawaban kalo luka itu berat buat disembuhkan
dan bla bla tentang perubahan itu tadi
jadi pas mereka baca di sepanjang buku lo
orang keep that something about pain and changes in their mind
jadi mereka travelling throughout your book with a message of pain and changes
and at the end mereka menemukan
kalo pain and changes are bla bla bla seperti yang lo ungkapkan
E. Niken
Yogya
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Bonie Payong, Inggris
March 16th, 2009 Posted 8:51 pm
Lini Hanafiah yang terkasih,
Terima kasih banyak telah mengirimkan aku bukumu.
Wow… wonderful !
Aku dapat kemarin dan langsung aja aku lahap sampai abis sekali duduk.
Aku rencana utk segera membalas sebagai ungkapan apresiasi positif ku.
Ternyata baru sempat jam 8 malam ini.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari FX. Sigit Kurniawan, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 8:31 pm
Halo,
Sori sebelumnya karena terlalu lama memberi tanggapan. Pertama, salut dan sukses sudah berani menulis. Tidak mudah menuliskan pergulatan batin dan membaginya kepada orang lain.
Ada beberapa potong kesan saat menyudahi bab terakhir dari buku ini. Cara bertutur yang personal membuat tulisan menjadi enak dibaca dan mengalir. Bahkan, seperti terlibat langsung dalam obrolan dengan si pencerita. Seperti juga membaca larik-larik buku harian. Polos. Jujur. Tanpa tedheng aling-aling (penutup). Saya hanya mau menanggapi dari sisi isinya saja. Soal editorialnya tidak begitu bermasalah.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Ibrani Situmorang, Jerman
March 16th, 2009 Posted 8:13 pm
Gw dah baca buku elo secara cepat tepat yg berarti memang gw ngga baca semua tetapi secara selektif dengan menggabungkan beberapa tehnik membaca.
Ada bagian yang gw baca secara mendalam (khususnya setengah pertama buku elo) karena gw memang bisa lebih mengenal diri elo sekaligus ingin mengetahui arah tulisan elo. Ada bagian yang gw ngga baca secara mendetail agar gw bisa segera kasih tanggapan ke elo kalau ngga gw perlu waktu lebih lama lagi dech… namun demikian gw harap gw ngga kehilangan esensi tulisan elo.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari FX. Kusmaryadi, India
March 16th, 2009 Posted 8:03 pm
1. Secara umum tulisan ini enak dibaca dan jelas
2. Ada beberapa salah ketik
3. Menurut saya, daripada kata : “si Ayah” yang kiranya refers to Danny, lebih beik mencari kata lainya yang lebih menunjukkan kedekatan. Saya merasa kata itu berkonotasi “tidak dekat”. Tapi ya mbuh kalau itu ternyata hanya perasaan saya. Sebaliknya dengan kata “Mama.” Rasanya kata tersebut pas untuk dipakai ketika ada kedekatan, sementara Lini ngga deket ama mamamu. Tapi penggantinya kata apa???? saya juga nggak tahu.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book








