Archive for the ‘Review e-book’ Category
Review dari M. Ibnurini, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 10:16 pm
Orang yang sempurna?
Saya kira Lini menikmati jadi dirinya sendiri dari pada mengejar jadi sempurna sebagaimana banyak dikira banyak orang. Manakala kita diperbolehkan membaca semua cerita hidupnya maka kehidupannya memang benar benar as an open book. Dari buku Lini kita bisa belajar banyak hal. Apa? Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Orang bijak mengambil manfaat dari pengalaman orang lain. Mari kita mencari mutiara yang banyak terserak dalam buku yang sudah dibukakan ini. Mudah mudahan kita semua bisa menjadi bijak oleh karenanya.
M. Ibnurini
Jakarta
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Irene, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 10:15 pm
– saya tidak menemukan cerita ttg Adik Tante.. bukankah Tante cuma 2 saudara (3 harusnya dgn Kakak Tante ) , tapi koq tiba2 ada Adikku indigo.. siapa adik ini ?? ada beberapa cerita yg saya rasa agak putus..
– semoga Tante benar2 udah bisa forgive & forget. Tapi saya merasa dgn menulis semua cerita itu, blum tercapai ‘forgive & forget’ itu, justru makin mengingatkan. kalau benar2 udah ‘forget’,untuk apa ditulis2 / diceritakan lagi ?
Irene
Jakarta
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Imanda Susilo, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 10:11 pm
Hi Lini..
Pertama-tama Congrat’s atas bukunya!
Yg kedua, happy belated bday.. hihihi.. (biar basi asal niat).
Setelah selesai baca buku, ada bbrp notes dari kami2 orang2 awam:
1. Judulnya sangat menjual. Orang pada dasarnya suka pingin tau kehidupan orang lain. Jadi, well done! Orang pasti tergoda untuk membaca.. (saya contohnya.. hihihi
)
2. Bahasanya pake bahasa pendek dan sehari-hari. Mudah dicerna dan nggak njelimet.
3. Kadang suka lupa kalo pembaca adalah orang lain, jadi pada bbrp bagian, gue sibuk menerka2 kira2 apa sih yg terjadi? apa sih maksudnya?
4. Jalan cerita yg melompat-lompat, membuat cerita ini seperti kue yg belum jadi.. ada telur, ada tepung, ada coklat, ada cooking oil.. yang kalau dimasak dan di-bake akan jadi kue yg enak bgt. Mungkin kehadiran orang lain untuk meramu cerita ini menjadi satu kesatuan yg utuh, mampu mengurangi subyektifitas dan bisa menambah esensi ‘lesson learned’ dari pengalamanmu.
Imanda Susilo
Jakarta
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Astrid Viliancu Dewi, Singapura
March 16th, 2009 Posted 10:10 pm
Komentar mengenai cara penulisan:
Membaca buku ini, saya seakan disuguhi satu kotak puzzle pieces. Dimana saya harus merangkainya terlebih dahulu untuk dapat memahami gambar besar yang hendak ditampilkan, dalam hal ini riwayat hidup si penulis. Beberapa kali saya dibuat bingung oleh timeline, tokoh2 yang bermain dan bahkan mengenai apa yg hendak disampaikan dalam suatu paragraf.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Nchus Assaini, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 9:19 pm
Setiap manusia mempunyai kisah/kenangan masing-masing dalam hidupnya. Entah itu kenangan yang baik atau bisa juga kenangan yang buruk. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita menjadikan kenangan tersebut sebuah sejarah untuk dijadikan cermin diri agar kehidupan mendatang jauh lebih baik. Bukankah kehidupan itu sendiri adalah sejarah?
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Ratna Ariani, Jakarta
March 16th, 2009 Posted 9:18 pm
Membaca e-book ini seperti membuka diary seorang lini. Ditulis dengan kepolosan, dengan perasaan yang tertumpah. Ada getir, ada geram, tapi ada juga tawa diseling air mata. Layaknya naluri perempuan, saya pun akan melakukan yang sama saat membuat diary. Sangat wajar. Yang tidak wajar adalah membagikan diary-nya pada orang lain.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book
Review dari Aishwarya Foni Jumani, Panama
March 16th, 2009 Posted 9:12 pm
Intinya kalo berdasarkan kasat mata mang kasian bapak lo… Tapi sebenarnya kalo kita telaah yg paling kesian itu emak lo… Krn dia menjadi manusia yg terlalu menggunakan otak… Tidak balance dengan penggunaan hati…. Mungkin selama ini juga dia hidup tidak terlalu bahagia (kita tidak tahu kan kadar bahagia menurut dia bagaiman)… jadi lo harus berterimakasih sama nyokap lo… Krn dia lo bisa menjadi orang yang lebih baik dari dia… Lo bisa belajar untuk tidak seperti dia….
Aishwarya Foni Jumani
Panama
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review e-book








