Archive for the ‘Review Buku’ Category
Belajar Banyak Hal dari yang Dialami Lini, Terima Kasih Lini.
March 27th, 2012 Posted 6:30 pm
http://ceritahatihita.blogspot.com/2012/03/belajar-banyak-hal-dari-yang-dialami.html
Negara Tropis dihantam angin yang keras, mengguncang suasana hati.

-Roti Maryam, Kari Sardin diiringi oleh Buku Lini-
Lini menceritakan dengan gamblang perjalanan hidupnya di buku yang dia tulis, “My Life is an Open Book (AKU: Anak, Menantu, Ibu)”.
Dari 242 halaman buku Lini itu aku semakin belajar tentang cinta tak bersyarat, tentang perjuangan seorang anak meraba cinta kasih sayang ibundanya.
Seperti masuk ke ruang yang bersekat-sekat terkadang gelap dan baru ada terang ketika berada di ruang ketika dia menjadi seorang ibu.
Menarik nafas panjang ketika ada di ruang tidak dikenali sebagai seorang anak, terasing dari abangnya juga.
Buku ini tidak sekedar membuat saya serasa naik kereta luncur cepat naik turun itu tapi juga membuat saya merasakan keterasingan seorang Lini ketika berhadapan dengan Ibundanya sendiri.
Sedih ?
Jelas, saya ikut sedih.
Perjuangan Lini untuk ingin dicintai sangat jelas.
Dari perjuangannya itu saya semakin sadar bahwa menjadi ibu itu bukan sebuah kekuasaan, bukan area untuk menjadi diktaktor.
Itu yang saya dapat ketika membaca tentang sosok Ibunda dari Lini.
Saya lihat dengan jelas seperti benci tapi rindu tergambar di situ.
Bagaimana Sang Ibunda dari Lini ingin dicintai dengan caranya, cara beliau yang Lini sendiri tidak tahu atau tidak diberi arah bagaimana agar dicintai dan mencintai.
Tapi bukankah dicintai dan mencintai dari seorang ibu itu tak bersyarat.
Bukankah menjadi ibu itu hal yang luar biasa menularkan cinta tanpa memaksa dibalas cinta.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Veronica Setiawati – Jakarta
May 25th, 2011 Posted 10:28 am
My Life Is An Open Book adalah sebuah judul buku yang ditulis oleh G. Lini Hanafiah. Lewat buku inilah untuk pertama kalinya, saya mengenal Lini dan bergabung dengan komunitas Yuk Nulis!. Kemudian berlanjut pada kopi darat sewaktu ulang tahun ke dua Yuk Nulis!
Awal mulanya saya membeli buku ini adalah dari website Senakel di multiply. Saya baca sedikit synopsis dari buku yang bercover ungu ini, lalu saya memesannya melalui penulisnya. Walaupun dengan waktu yang agak lama karena sedikit masalah dipengiriman, akhirnya buku tersebut dapat sampai kerumah saya.
Beberapa hari yang lalu ketika saya membaca kembali isi buku ini, saya jadi ikut terharu membacanya. Perjalanan hidup penulis diungkapkan dalam buku setebal 251+xi halaman. Kisah suramnya di masa kecil karena perhatian dan kasih sayang dari sang mama yang tidak berimbang. Akhirnya membuat dirinya tumbuh menjadi seorang gadis yang pemberontak.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Christi Pramudianti Wihardjono – Jakarta
September 9th, 2010 Posted 9:33 am
Christi Pramudianti Wihardjono
Jakarta
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Lini and Her Opened Book
August 9th, 2010 Posted 2:23 pm
Lini and Her Opened Book
Bukunya gak asyik?!
Itulah kata pertamaku saat ditanya Lini tentang bukunya waktu kami ber-YM. Karena aku terpaksa harus ‘berebut’ dengan istriku yang ingin lebih dulu membacanya. Tahu begitu khan aku ambil dua, satu untuk istriku dan satu untukku…
Sungguh menginspirasi, itu kesan pertama.
Kesan kedua, seperti bercermin. Ternyata aku tak sendirian, ada juga yang senasib denganku. Tidak persis, tapi mirip. Itu pula yang mungkin membuatku cukup membutuhkan dua hari untuk membaca buku ini hingga selesai dan berulang-ulang, setelah menunggu sekian bulan dari ‘antrian’ sekian banyak bacaan istriku. Padahal reading speednya lebih cepat aku, tapi terpaksa harus mengalah karena istriku memaksa untuk membacanya lebih dulu.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Panjikristo PX – Jakarta
August 5th, 2010 Posted 9:37 am
http://panjikristo.multiply.com/reviews/item/50
Pengalaman hidup bisa manis, bisa pahit. Namun pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu agar langkah ke depan bisa menjadi lebih baik, asalkan kita mau jujur terhadap diri sendiri dan bijak dalam bertindak.
Melukiskan kisah perjalanan hidup membutuhkan kejujuran dan keberanian tersendiri karena apa yang telah tertulis tetaplah tertulis. Dan hal ini bisa memancing rasa tidak senang terhadap pribadi penulis. Ada konsekwensi dari apa yang telah tertulis, antara lain siap dicela, di maki, di benci bahkan dimusuhi atau mungkin sebaliknya.
My Life is an Open Book mengangkat kehidupan sang penulis sendiri yang pahit dimasa lalu. Seperti yang tersurat pada judul bukunya, sepertinya sang penulis cukup berani untuk menelanjangi dirinya sendiri, menelanjangi keluarganya da setiap orang yang pernah berelasi dengannya. Aibkah yang ia tebarkan?
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Indra Afriza – Cibinong
July 12th, 2010 Posted 9:40 pm
“…Percuma saja berlayar
Kalau kau takut gelombang
Percuma saja bercinta
Kalau kau takut sengsara…”–‘Jatuh Bangun’, Eko Sachy by Meggi Z –
Intro
Sebuah tulisan yang hebat, menurut ukuran saya, adalah tulisan yang bisa mendorong pembacanya untuk melakukan sesuatu setelah proses pembacaan itu berlalu. Bila setelah membaca sebuah buku, pembacanya hanya mengerutkan kening tanda tak mengerti, atau sekedar mengangkat alis tanda tak tersentuh; maka nilai positif yang paling dominan, jika tidak bisa dibilang satu-satunya, dari dicetaknya buku tersebut untuk sebagian besar pembaca adalah ketersediaannya dalam rangka meramaikan rak pajang di toko buku. Sebuah eksklusivitas yang mengucilkan eksistensi. Memakai ukuran ini, saya bisa mengatakan dengan jumawa bahwa buku ‘My Life is an Open Book’ (selanjutnya disebut MLOB) sebagai sebuah buku yang hebat. Dan pilihan saya ini mengantarkan pada sebuah ‘kenapa’.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Sofie Ellien – Jakarta
July 12th, 2010 Posted 2:53 pm
Mulai menginjak bangku SMP, aku br menyadari bhw mami memperlakukan aku berbeda dgn kakak no.2. Pdhal apa sih yg tdk membuat beliau sehrsnya bangga terhadapku? Aku rangking di kls, SMP kls I puisi2ku sdh terbit di koran, Ketua Osis di SPG, dll dll. Makin jls saat aku menikah dgn suku lain, bkn spt mami yg keturunan or dr papi yg dr Tapanuli. Kunjungan2 yg dibedakan, bahkan perlakuan utk pahopu jg berbeda.
Membaca buku Lini spt melihat ke dlm sebuah cermin, perlakuan berbeda, rasa sakit,tp jg kegigihan utk membuktikan bhw “aku bisa, walau berbeda dan aku mampu!”
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku








