Archive for the ‘My Life is An Open Book’ Category
Review dari Veronica Setiawati – Jakarta
May 25th, 2011 Posted 10:28 am
My Life Is An Open Book adalah sebuah judul buku yang ditulis oleh G. Lini Hanafiah. Lewat buku inilah untuk pertama kalinya, saya mengenal Lini dan bergabung dengan komunitas Yuk Nulis!. Kemudian berlanjut pada kopi darat sewaktu ulang tahun ke dua Yuk Nulis!
Awal mulanya saya membeli buku ini adalah dari website Senakel di multiply. Saya baca sedikit synopsis dari buku yang bercover ungu ini, lalu saya memesannya melalui penulisnya. Walaupun dengan waktu yang agak lama karena sedikit masalah dipengiriman, akhirnya buku tersebut dapat sampai kerumah saya.
Beberapa hari yang lalu ketika saya membaca kembali isi buku ini, saya jadi ikut terharu membacanya. Perjalanan hidup penulis diungkapkan dalam buku setebal 251+xi halaman. Kisah suramnya di masa kecil karena perhatian dan kasih sayang dari sang mama yang tidak berimbang. Akhirnya membuat dirinya tumbuh menjadi seorang gadis yang pemberontak.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Christi Pramudianti Wihardjono – Jakarta
September 9th, 2010 Posted 9:33 am
Christi Pramudianti Wihardjono
Jakarta
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Lini and Her Opened Book
August 9th, 2010 Posted 2:23 pm
Lini and Her Opened Book
Bukunya gak asyik?!
Itulah kata pertamaku saat ditanya Lini tentang bukunya waktu kami ber-YM. Karena aku terpaksa harus ‘berebut’ dengan istriku yang ingin lebih dulu membacanya. Tahu begitu khan aku ambil dua, satu untuk istriku dan satu untukku…
Sungguh menginspirasi, itu kesan pertama.
Kesan kedua, seperti bercermin. Ternyata aku tak sendirian, ada juga yang senasib denganku. Tidak persis, tapi mirip. Itu pula yang mungkin membuatku cukup membutuhkan dua hari untuk membaca buku ini hingga selesai dan berulang-ulang, setelah menunggu sekian bulan dari ‘antrian’ sekian banyak bacaan istriku. Padahal reading speednya lebih cepat aku, tapi terpaksa harus mengalah karena istriku memaksa untuk membacanya lebih dulu.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Panjikristo PX – Jakarta
August 5th, 2010 Posted 9:37 am
http://panjikristo.multiply.com/reviews/item/50
Pengalaman hidup bisa manis, bisa pahit. Namun pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu agar langkah ke depan bisa menjadi lebih baik, asalkan kita mau jujur terhadap diri sendiri dan bijak dalam bertindak.
Melukiskan kisah perjalanan hidup membutuhkan kejujuran dan keberanian tersendiri karena apa yang telah tertulis tetaplah tertulis. Dan hal ini bisa memancing rasa tidak senang terhadap pribadi penulis. Ada konsekwensi dari apa yang telah tertulis, antara lain siap dicela, di maki, di benci bahkan dimusuhi atau mungkin sebaliknya.
My Life is an Open Book mengangkat kehidupan sang penulis sendiri yang pahit dimasa lalu. Seperti yang tersurat pada judul bukunya, sepertinya sang penulis cukup berani untuk menelanjangi dirinya sendiri, menelanjangi keluarganya da setiap orang yang pernah berelasi dengannya. Aibkah yang ia tebarkan?
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Indra Afriza – Cibinong
July 12th, 2010 Posted 9:40 pm
“…Percuma saja berlayar
Kalau kau takut gelombang
Percuma saja bercinta
Kalau kau takut sengsara…”–‘Jatuh Bangun’, Eko Sachy by Meggi Z –
Intro
Sebuah tulisan yang hebat, menurut ukuran saya, adalah tulisan yang bisa mendorong pembacanya untuk melakukan sesuatu setelah proses pembacaan itu berlalu. Bila setelah membaca sebuah buku, pembacanya hanya mengerutkan kening tanda tak mengerti, atau sekedar mengangkat alis tanda tak tersentuh; maka nilai positif yang paling dominan, jika tidak bisa dibilang satu-satunya, dari dicetaknya buku tersebut untuk sebagian besar pembaca adalah ketersediaannya dalam rangka meramaikan rak pajang di toko buku. Sebuah eksklusivitas yang mengucilkan eksistensi. Memakai ukuran ini, saya bisa mengatakan dengan jumawa bahwa buku ‘My Life is an Open Book’ (selanjutnya disebut MLOB) sebagai sebuah buku yang hebat. Dan pilihan saya ini mengantarkan pada sebuah ‘kenapa’.
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Sofie Ellien – Jakarta
July 12th, 2010 Posted 2:53 pm
Mulai menginjak bangku SMP, aku br menyadari bhw mami memperlakukan aku berbeda dgn kakak no.2. Pdhal apa sih yg tdk membuat beliau sehrsnya bangga terhadapku? Aku rangking di kls, SMP kls I puisi2ku sdh terbit di koran, Ketua Osis di SPG, dll dll. Makin jls saat aku menikah dgn suku lain, bkn spt mami yg keturunan or dr papi yg dr Tapanuli. Kunjungan2 yg dibedakan, bahkan perlakuan utk pahopu jg berbeda.
Membaca buku Lini spt melihat ke dlm sebuah cermin, perlakuan berbeda, rasa sakit,tp jg kegigihan utk membuktikan bhw “aku bisa, walau berbeda dan aku mampu!”
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku
Review dari Sjahril Mahdar – Riau
May 4th, 2010 Posted 9:31 am
Hari ini sesuai dengan kesepakatan kita semula, janji saya untuk menulis & membahas buku Ibu G.Lini Hanafiah, seorang Ibu muda cantik yang memiliki seabrek aktifitas yang luarbiasa sibuk, penulis buku best seller, Ibu dari dua orang anak yang cerdas & istri yang sangat baik & belahan jiwa dari Bapak Danny. Saya bisa “mengenal” Ibu Lini, lagi-lagi di fans page Karimata Jazz Band, yang didirikan oleh Bapak Haryo K.Buwono, penulis buku best seller Fatamorgana Kehidupan, yang sudah kita bahas bersama.
My Life Is An Open Book, dari judul buku ini saja, menyimpan rasa penasaran besar. Apa isi buku ini sebenarnya? Saya bisa dapat inspirasi apa dari buku ini? Ternyata setelah saya dikirimi buku Ibu Lini ini, saya membaca isi buku ini semua, saya sampai sedih & menangis melihat seorang anak manusia ciptaan Tuhan yang begitu polos & lugu menceritakan keadaan hidupnya yang berasal dari keluarga Tapanuli yang orangtuanya terkenal sangat berdisiplin tinggi & didikannya yang keras, serta selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya untuk sekolah setinggi mungkin, demi masadepan yang cerah. Seperti kita ketahui bersama, kita harus banyak belajar dari keluarga Tapanuli kebanyakan, walaupun orangtuanya hidup susah, prinsip yang utama dari keluarga tapanuli ini adalah harus bagaimanapun caranya anak-anaknya adalah harga mati harus diperjuangkan menjadi sarjana, bila perlu walaupun ayah ibunya mencangkul diladang, anaknya diperjuangkan sampai menjadi sarjana, baik didalam negeri maupun diluarnegeri. Nah dalam keluarga Ibu Lini ini, saya menilai ibunya beliau jauh lebih memegang peranan begitu besar didalam keluarga, tukang mengatur, “tukang nyerocos” bila dibandingkan dengan ayahnya yang lebih pendiam & pengertian. Ibaratnya kata Ibu Lini, dalam Negara system parlementer, meskipun ada jabatan Presiden, tapi fungsi Presiden tidak dominan, bila dibandingkan dengan fungsi & peranan Perdana Menteri yang jauh lebih dominant, bila dibandingkan dengan Presiden. Nah Lini bilang ibunya yang adalah seorang pegawai negeri sipil dilingkungan pengadilan, mungkin beliau oleh karena pekerjaannya yang selalu menangani orang yang berperkara, Ibunya itu sangat sibuk luarbiasa, sampai-sampai anaknya kurang mendapat perhatian & kasih sayang dari seorang Ibu, walaupun ayahnya Lini itu sangat pengertian, tapi dimata anaknya, ayahnya itu dianggap “kurang wibawa” bila dibandingkan dengan ibunya. Kurang wibawa disini dapat diartikan sebagai ayahnya yang saking baiknya terhadap anak, sehingga anak merasa ayah yang terlalu easy going juga tidak baik, tidak ada dalam bentuk disiplin yang keras, membuat lini kecil, seperti kurang mendapat perhatian juga. Ada ungkapan dimasyarakat bahwa bagaimana ayah ibu menyanyangi anaknya? “tampar anakmu, supaya anakmu tahu bahwa orangtuanya saking sayangnya terhadap anaknya selalu melarang ini itu, itu semua seperti menandakan bahwa anak merasa mendapatkan kasih sayang lewat tamparan kasih sayang itu”. Akibatnya lini kecil haus kasih sayang dengan mencari jati dirinya yang selalu dipertanyakan oleh anak kecil menjelang remaja “Siapakah aku sebenarnya” ??
Tags: Review
Posted in Buku, My Life is An Open Book, Review Buku







