Ucapan Terima Kasih

Terima kasih yang sebesar-besarnya bagi (alm.) Papa, Mama dan Abang yang sudah merawat, membesarkan, dan memberi saya pelajaran yang amat berharga. Tanpa kepahitan itu, saya mungkin tidak akan seperti ini: menemukan kebenaran hati saya dan menjadi orang yang jauh lebih baik dari yang saya kira.

Opung Siregar yang membanjiri saya dengan dongeng-dongengnya. Nenek Harahap yang membelaku waktu aku kecil. Opung Lubis yang belum pernah kukenal. Semoga damai di Surga. Nenek Nasution yang masih sehat di usianya yang sudah lanjut. “Doakan supaya aku bisa antarkan buku ini ke Panyabungan.”

Kel. BY. Loekito – Om Loek, Tante Lientje, Niken, Adrian, Agung – sebagai panutan yang kasihnya tak habis oleh waktu, tidak bosan menjadi sandaran dalam suka dan duka. Sungguh menjadi bagian dari keluarga saya dan tidak bisa membalas kebaikan hati kalian.

Kel. H. Soesanto untuk bimbingannya dan menjadi wali saya dan keluarga. Jacques Catteeuw, CICM untuk semangatnya yang membara.

Sahabat-sahabat saya: Danny Ardiono Hadiatmojo yang menge-nalkan saya pada dunia yang lebih luas dan mengajarkan untuk jadi orang “tidak biasa”. SS Budi Rahardjo dan Ratih Soehardjo, rekan kerja terbaik sekaligus sahabat yang kerap mengunjungi setiap saya pindah rumah. FX. Kusmaryadi, SCJ, V. Indra Sanjaya, Pr, V. Teja Anthara, SCJ, B. Slamet Lasmunadi, Pr, G. Hertanto, MSC, untuk berkat dan doanya serta selalu menjadi “pemilik telinga yang baik”.

Seluruh keluarga besar Oey Keng Siong yang sudi menerima saya apa adanya, terutama: Mama Oey Tjiok Nio, Cie Ida Wahyuni dan keluarga, Koh Wahyudi Kustiyo dan keluarga, Ngku Tjhie Tjoen Han.

Seluruh sahabat dan kerabat yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang sudi menerima tumpahan air mata dan menganggap kisah saya layak dibukukan serta tak sabar ingin membaca. Kel. Marna Yosida Siregar, Kel. (Alm.) Dolly Parlindungan Siregar, Kel. Tetty Ida Irawati, Kel. Ampang Allo-Bunsjur Aini, Kak Fifi, Ncik Kiem Tjong Gie, Cie Tan Swat Lyen dan Koh Liem Gwan Hok, Ayu Dewo, Melly Djamas, Paul Piay, Temi Melati Utami, Iyin Verien Wowiling, Chaty Puji, Budi Adi N, Amin Singgih, Christian Denny, Caecilia, Diana AS, Adwaito Adwi, Anwari, Aristo K, Kak Ata, Heru Wicaksono, Agus Soeparto, Kirdi Putra, Intan Amrin.

Semua orang – siapa saja – yang pernah meninggalkan luka di hati saya dan membuat saya belajar untuk memaafkan dan tidak berbuat sama.

Save the best for last, keluarga kecil saya yang sungguh luar biasa dan tak cukup kata untuk menggambarkannya: Gregorius “Danny-ku” Koestijo, suami dan sahabat yang menyebalkan tapi ngangeni, “Nggak enak sehari nggak ngerumpi sama kamu”; Mikayla Karissa Denel “bunga bakungku”, dan Gavryel Griffin Denel “burung pipitku”, malaikat-malaikat kecil yang berisik dan tidak bisa duduk tenang tapi luar biasa.

Tritunggal Maha Kudus, Keluarga Kudus dari Nazareth serta para malaikat dan semua Orang Kudus yang membuat kehidupan saya dan keluarga saya semarak.

Dengan rendah hati, buku ini saya persembahkan untuk kalian semua sebagai hadiah ulang tahun dan ulang tahun pernikahan dari saya…

Tuhan,
Semoga buku ini boleh menjadi inspirasi bagi siapa saja
Terlebih bagi Mama dan Abang
Untuk menemukan titik balik mereka
Dan hidup lebih baik
Agar mereka sadar
Hidup terlalu indah untuk disia-sia

(Doa ulang tahun. Tengah malam, Sabtu 8 Maret 2008, 00.25)



Tulisan Terkait

Tags: ,

This entry was posted on Saturday, March 8th, 2008 at 12:04 am and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Ucapan Terima Kasih. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>