Review dari Yulizon, Bogor
Imel yang saya terima dari Yulizon sengaja tidak saya edit untuk menjaga otentisitas komentar.
Saya juga tidak merasa perlu untuk meluruskan pendapat pembaca – Lini
Thanks atas kiriman e-booknya.
Saya membaca sekilas saja dari beberapa halaman sekitar 50%, bagian awal , beberapa tengah dan akhir.
Rupanya sebuah buku menceritakan kehidupan yang unik, telah dijalani oleh seorang hamba bernama Lini Hanafiah.
Boleh tanya kenapa nama rekening BCA yang tercantum adalah G. Liniasari DP ?
Berikut komentar saya atas e-book mu
Secara umum, tulisan mu lugas, mudah dimengerti tanpa mengerutkan dahi. Buat saya pribadi, tulisan mu sebentuk berita. Selesai membaca layaknya setelah membaca koran atau membaca berita. Kesan dan pesan yang didapat kurang mendalam dan yang saya khawatirkan adalah pihak-pihak yang di”berita”kan. Jadi menurut saya, jujur, tulisan mu sebaiknya tidak untuk konsumsi publik. Kamu hanya menambah “perjalanan” hidupmu yang kelak menjadi tanggung jawabmu.
Kehidupan mu yang lalu, biarkanlah berlalu. Buah pikiranmu tentang “pendidikan keluarga” lebih baik diekplorasi namun dengan pemeran yang lain dan tidak perlu sesungguhnya / real person. Yang penting isi pemikiran mu, tanpa mengusik ibu,abang atau pihak2 lain dan itu akan dikenang banyak orang, yang merupakan manfaat dari kehidupan mu selama di dunia.
—-
Berikut komentar tentang pilihan hidupmu:
(maaf, ini berdasarkan landasan hidup saya, Islam, namun Lini bisa ambil isinya saja).
Buat saya pribadi, hidup bukanlah pilihan. Kita hidup di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Allah lah yang menetapkan peran yang terbaik yang akan kita jalankan selama di dunia, dan kemudian akan kembali kepada Allah (akhirat).
Manusia diciptakan Allah dengan sempurna, salah satunya karena dianugerahi akal. Sehingga kadang dengan akal dan gangguan syetan lah, manusia mencoba “merubah” pilihan Allah sehingga sebagian manusia tersesat.
Al-Fatihah (5 s/d 7)
(5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
(6). Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(7). Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.
Apa pun peran yang telah ditetapkan untuk kita didunia, harus dijalankan secara profesional. Hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini. Namun semua peran yang kita jalankan dalam kerangka beribadah/pengabdian kepada Allah.
Sebuah proses/ikhtiar adalah peran manusia namun seluruh hasil merupakan milik Allah. Kunci dari keberhasilan dari sebuah proses adalah selalu berkomunikasi dengan Allah (selalu mengingat Allah) baik dari awal proses / niat maupun selama proses. Untuk hasil serahkan kepada Allah (tawakal).
Turning point yang mba Lini alami hampir dilandasi emosional dan ketidak sabaran. Sehingga keputusan yang diambil tidak memperhitungkan lagi apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari. Pada saat itu , yang penting Lini mengambil keputusan tanpa sama sekali berkomunikasi/mengingat Allah (agama yang dianut pada saat itu).
Apapun keputusan hidupmu adalah menjadi tanggung jawabmu, tanpa menyalahkan Ibu, abang, pihak2 lain atau bahkan lingkungan hidupmu karena setiap manusia bertangung jawab pada dirinya sendiri tanpa alasan “gangguan” apapun selama didunia karena manusia dianugerahi akal.
Semoga Lini bisa berada pada jalan yang lurus. Letakkanlah dunia pada tanganmu dan akhirat pada hati mu. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sebuah perhiasan dan menyilaukan, terkadang dapat menggangu kita kelak untuk kembali pada Allah yang Maha Kuasa, Maha Penyayang dan Maha penerima Taubat.
Yulizon
Bogor
Tulisan Terkait
Tags: Review
This entry was posted on Monday, December 1st, 2008 at 5:06 pm and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review e-book. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








12:33 pm on May 27th, 2009
Saya kurang setuju dengan beberapa komentar panjang di atas. Menurut saya, hidup ini adalah pilihan. Memang hidup ini hadiah dari Tuhan, tapi tetap saja, untuk ke depannya menjadi bentuk seperti apa, itu kita yang tentukan. Dan karena kebesaran cinta dari Tuhan-lah maka kita diberikan kebebasan itu. Dan sebagai penghargaan atas kebebasan itulah harusnya kita bijak dalam menentukan langkah.
Mengenai tulisan Lini, saya pikir apapun itu bentuknya, itu adalah hasil dari kejujuran hati. Bila mau dipandang sebagai sesuatu yang positif. Tidak ada yg salah atau benar. Hanya ada perbedaan cara kita memandang tentang itu.
Soal dalam atau tidaknya, soal bagus atau tidaknya, itu juga relatif. Rasa setiap manusia tak pernah sama, begitupun dengan selera, apalagi pikiran.
So, keep the spirit. GBU all!!!