Review dari Ratna Ariani, Jakarta

Membaca e-book ini seperti membuka diary seorang lini. Ditulis dengan kepolosan, dengan perasaan yang tertumpah. Ada getir, ada geram, tapi ada juga tawa diseling air mata. Layaknya naluri perempuan, saya pun akan melakukan yang sama saat membuat diary. Sangat wajar. Yang tidak wajar adalah membagikan diary-nya pada orang lain.

Memang benar tidak ada manusia yang sempurna. No body is perfect. Everybody makes mistakes, maybe once twice or several times. Kalau sudah terjadi, its history, sudah jadi sejarah dan tidak bisa diubahkan lagi. Tapi yang masih bisa diubah adalah masa depan. Belajar bangkit dari kelemahan, mengisi kekosongan dan menyembuhkan luka hati. Grow old is natural, but grown-up needs decision. Menjadi tua dan menjadi dewasa atau matang adalah dua hal berbeda. Semua tergantung keputusan tiap pribadi didalamnya.

Lini termasuk orang yang mengambil sikap, meninggalkan masa lajangnya sebagai sejarah, dan menuliskan tujuan hidupnya memilih menjadi seorang ibu yang baik. Ia berusaha memberikan “home” bagi anak-anaknya. Sesuatu yang tidak dimilikinya di masa mudanya.

Bagaimanapun dalam setiap kehidupan kita ada orang-orang yang memberi arti bagi kita, baik buruk maupun baik. Bahkan melalui mereka, kita ‘dipaksa’ mengambil sikap, memilih suatu turning point. Menentukan sikap diantara ketidakpastian. Kalau kesempatan itu sudah dilakukan Lini, tentu ada juga kesempatan2 bagi mama, abang dan kita semua untuk memperbaiki hidup yang lebih baik. Memang tidak bisa dipaksakan; semua tergantung di tangan masing-masing sang pemeran utama kehidupan itu sendiri. Kalau besok masih ada hari baru, siapa tahu itulah kesempatan untuk memperbaiki diri.

Akhirnya, saya mau memberi selamat untuk Lini, yang telah mengambil sikap dan berani membukakan kisah dirinya (yang tentunya belum selesai) serta berani menghadapi segala resikonya. Semoga dengan menengok kebelakang, hanya rasa syukur yang bisa dinaikkan. Dan rasa syukur inilah obat mujarab bagi luka-luka kehidupan kita, tanpa perlu lagi kita melukai orang lain.

AMDG
Ratna Ariani
Jakarta



Tulisan Terkait

Tags:

This entry was posted on Monday, March 16th, 2009 at 9:18 pm and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review e-book. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>