Review dari Melanie Anie, Jakarta
aku jadi semakin yakin kepahitan hidup yang Tuhan kasih dulu, adalah pelajaran yg sangat berarti..
yang menjadikan kita seperti sekarang ini..
kuat dan mandiri..
Walaupun aku merasa berbeda dengan org lain , terutama perasaanku tentang suatu hal..
semua bisa jadi kelebihan dan kekurangan aku..
so poin yg aku ambil dr My life is an open book :
Tak perlu menyesali apapun yg Tuhan telah kasih untuk kita, meski smuanya menyakitkan, coz I believe that He has made everything beautifull in it’s time….
Melanie Anie
Jakarta
Tulisan Terkait
Tags: Review
This entry was posted on Friday, August 28th, 2009 at 1:01 pm and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review Buku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.









3:39 pm on August 28th, 2009
Pertanyaanya… bagaimana Qta memberi pelajaran kpd anak2 Qta ttg kepahitan… kembali perasaan Qta akan dihadapkan dg situasi dimana harus menyayangi mereka dlm waktu yg sama membiarkan mereka merasakan kepahitan untuk kebaikan pada waktunya… dan.. penyadaran ini mestinya membawa kita pada pengertian bahwa hal yang menyakitkan akan menjadi Nikmat karena ia menjanjikan bahwa diri kita akan bersinar… bukan perasaan benci atau dendam dan semacamnya…. kecuali jika Qta tak hendak menapak pada derajat yang lebih baik.. di hadapanNya salam