Review dari Ligoz, Jakarta

Imel yang saya terima dari Ligoz sengaja tidak saya edit untuk menjaga otentisitas komentar.

Saya juga tidak merasa perlu untuk meluruskan pendapat pembaca – Lini

Ligoz 385 – Membahas buku : My Life is an Open Book.

2 Maret 2009

Saya saat sudah menyelesaikan membaca buku ini dalam waktu 1 hari…. Padahal belum saya transfer uang pembeliannya.

Setelah membaca keseluruhan buku ini, saya berkesan : memang Lini berusaha menjadi ibu yang baik… dan bukan seperti gambaran ibu yang dia miliki yang dia peroleh dari mamanya. Lini menggambarkan ibu yang baik harus demokratis, mendengarkan, punya quality time yang baik dengan anak2nya.dll

Saya setuju…. Pertimbangan2 Lini untuk menjadi ibu yang baik. Walaupun Lini akhirnya menjadi orang Katolik…. Tapi saya yang biasanya selalu menekankan tentang iman… tidak melihat penerapan dasar iman Katolik yang baik dari buku ini.

GAMBARAN akhir yang saya dapat dari tulisan Lini adalah:

Mamanya Lini adalah seorang yang sangat buruk (setan)…. Tidak ada satu kebaikanpun yang bisa Lini lihat dalam hidup ibunya. Tidak henti2nya dari tiap bab ke bab yang lain… dia menghakimi dan menjelek2an ibunya sendiri. Terlebih golongan darahnya beda banget dengan orang tua… sehingga selalu menimbulkan tanda tanya. Sebaliknya. Lini menggambarkan dirinya dan ayahnya sebagai sosok yang baik (malaikat)… yang tidak punya kelemahan dan luar biasa. (CAT : INI KESAN SAYA)

Saya mungkin salah berkesimpulan…. ini bisa dibantah (saya tidak diktaktor… semua orang boleh membantah dan mengkritik saya).

Kalau saya boleh tambahkan …. Kalau kita melihat terus kesempurnaan…. Maka kita akan selalu melihat kekurangan. Kenapa Lini… yang merasa dirinya yang bukan anak kandung tidak bersyukur…. Masih disekolahkan ibunya, masih kuliah (sehingga bisa kerja serabutan dimana2… sehingga punya banyak teman2 yang baik (ngak harus punya teman penjahat, pengedar narkoba dll), masih bisa makan yang layak…. tidak harus makan nasi aking?

Banyak koq anak2 lain yang tidak sekolah…. apalagi yang dipanti asuhan…. Pernah merasakan kah? Hidup di panti asuhan? Tidak ada kasih sayang orang tua. Saya pernah mendengar cerita seorang anak didik saya yang waktu kecil karena sangking nakalnya ditaruh di panti asuhan yang terkenal di Jakarta…. Itu kalau bangun jam 5 pagi, pake lampu sorot…. Terus kalau makan….

Apakah selalu enak? Kalau dia berantem dengan temannya itu bisa 4 jam dibiarkan begitu saja oleh pimpinan panti asuhan…. sampai habis tenaga… yang masih punya tenaga itu yang menang? Dia pernah ribut dengan seniornya…. Sampai dia dilempar…. Sangking takutnya dia… sampai dia buang air besar di celana)

Saya sendiri punya pengalaman di panti asuhan yang terkenal juga di Jakarta…. Saya menawarkan coklat pada satu anak sehabis pulang gereja…. saya ngak tahu.. kalau memberi anak2 panti asuhan…. harus sama rata… sama rasa… kalau tidak ,akan terjadi kecemburuan yang luar biasa. Tahu apa yang terjadi? Tiba2 teman2nya merebut coklat itu dari tangannya…. Dia tidak mau memberi…. Apa selanjutnya… temannya ambil batu di goreskan di pelipis kirinya sampai berdarah. Can you imagine what kind of life you can face in an orphan house?

Pernah juga saya ke panti asuhan …. anak2 balita…. Anak itu tahu kalau kita adalah tamu… dia yang sebelumnya selalu mojok sendirian… datang pada saya…. bilang minta pulang ke rumah nenek. Saya bilang saya ngak tahu jalannya… dia bilang…. Saya tahu. Terus saya berdalih… saya ngak punya uang… dia keluarkan dari kantongnya…. uang Rp 500,- perak (tahun 1990)… uang kertas yang diperlihatkan dari tangan kanannya. Itu air mata saya mengalir tanpa terisak… Luar biasa anak ini…. Masih kecil… sudah menderita seperti itu. Karena memang tidak mudah untuk anak2 itu diadopsi karena sebenarnya mereka punya orang tua…. Tapi orang tua mereka bermasalah sampai anak2nya dititipkan disitu.

Seperti cawan mereka…. yang selalu kita isi dengan anggur…. mereka akan selalu melihatnya kurang (selalu melihat :…yach kurang separuh…. bukan wah sudah separuh)…. Di dalam hidup mereka (beberapa teman saya ada yang dibesarkan di panti asuhan…..)…. mereka selalu iri dengan orang yang punya orang tua yang selalu menyayangi anak2nya.. yang lengkap…. Terkadang mereka menjadi sangat posesif. Karena merasa tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan.

Lihat Lini selalu membandingkan dirinya dengan kakaknya…. Seolah2 setiap apa yang diperoleh kakaknya… harus sama dengan dia. Apa bedanya dengan anak panti asuhan yang maunya sama rata dan sama rasa. Padahal Lini bersaudara hanya 2 orang. Saya berasal dari keluarga besar dengan 7 saudara. Apakah pernah merasakan menjadi bagian keluarga sebesar itu? Ngak akan pernah sama rata sama rasa. Kalau mau jujur… pasti ada anak berlian, anak emas, anak perak… Itu lumrah sekali dalam hidup. Dulu saya protes kalau mendapatkan beda dengan kakak2 saya. Tapi kita harus ingat….. apakah sepiring nasi anak umur 5 tahun sama besarnya dengan sepiring nasi yang berumur 17 tahun? Kalau di dunia semua sama rata sama rasa…. kenapa Tuhan menciptakan setiap manusia berbeda dan punya keunikan? Kenapa Tuhan memberi si A 10 talenta… si B 5 talenta… si C 2 talenta… kenapa ngak sama rata sama rasa… semua 10?

Kalau kita melihat terus ke atas….melihat kesempurnaan… melihat potret keluarga bahagia…. kita tidak akan pernah bersyukur apalagi bahagia.. Tapi kalau dilihat potret anak2 ini apa yang anda rasakan ? Bersyukur masih punya orang tua? Bersyukur masih punya ibu? Bersyukur masih punya suami yang baik (walaupun dia sudah pernah tidur dengan laki2 lain sebelum dengan suaminya?). Mudah2an Lini minta ampun pada Tuhan atas dosa perzinahannya… walaupun waktu itu tidak sempat hamil.

Tidakkah ada satu kebaikan mamanya Lini yang bisa disyukuri? Masak orang ngak ada kebaikannya sama sekali…. satu aja…

Melihat gambaran ini…. Saya miris melihat orang2 dunia sekarang. Kenapa orang mengejar… apa yang disebut kesempurnaan… mengejar… semua harus baik… harus hebat… harus bijaksana… harus pintar… harus… harus…

Tanpa Lini sadar… diapun ngak ada bedanya dengan ibunya…. Kalau Ibunya adalah sosok yang mengejar kesempurnaan di karir…. Linipun …. mengejar kesempurnaan dalam rumah tangga dan perannya sebagai ibu. Seorang ibu harus begini… harus begitu…. harus begini … dan harus begitu… dll. Seberapa hebatpun kita mengejar kesempurnaan itu…. Pasti tetap akan tidak sempurna (karena kita manusia pasti punya kekurangan). Kenapa itu yang dicari?

Seorang teman saya juga berusaha menjadi ibu yang baik di rumah tanpa bekerja dan tidak punya pengalaman bekerja di kantor sama sekali.Tetap saja suaminya menganggap remeh dia… karena dia setiap hari hanya menonton sinetron, nonton acara gosip… ngak bisa komputer dll. Padahal dah sibuk banget ngurusin anak dari A sampai Z. So bisa dibayangkan…. ibu saya yang tidak punya pengalaman tinggi? Apa yang sebenarnya mampu dia lakukan…. baca buku juga tidak…. tapi saya bangga dengan dia.

Kita memang harus selalu berusaha lebih baik dari hari ke hari. Hari ini seharus lebih baik dari kemarin… hari besok seharus lebih baik dari hari ini…. Tapi…. Apakah selalu HARUS ??? Sesempurna apa yang kita inginkan dari orang tua, suami, anak2? Pernah dia melihat sang suami tidak adil pada anak…. memang itulah dunia… mana ada selalu harus…harus dan harus ADIL…. Keadilan hanya milik Tuhan. Kita berusaha.

Contoh lain kesempurnaan yang diinginkan oleh Lini… dan sulit dipenuhi oleh orang lain adalah : pembantu ngak ada yang betah… selalu ganti2…. dan akhirnya tidak punya pembantu… dan mengerjakan semuanya sendirian. Kenapa? Karena pembantu itupun ngak sempurna… apalagi mereka dengan pendidikan rendah… kalau mereka pendidikan tinggi dan pintar… pasti ngak jadi pembantu. Teman saya juga pernah mengingatkan saya… tentang pembantu… mau pilih mana : capek badan atau capek hati. Kalau ada pembantu…yach terimalah kekurangan dia…. Kecuali…kalau dia ngak jujur (mungkin ada prinsip2 utama yang menjadi batasan2 kita dan harga mati).

Jangan bilang ibunya Lini tidak menderita…. jauh di dasar hatinya…. dia kesepian….. dia sudah terhukum sendiri untuk apa yang sudah dia lakukan… tidak perlu ….. lagi kita menghakimi dia (bagaimana dia kesepian, bagaimana dia dikejar2 hutang dengan gengsinya…. tidak dekat dengan saudara2 dan anak2nya… dll). Karena kebenaran itu sudah terpahat di dalam setiap hati manusia. Manusia tanpa sadar…. mereka pasti tahu antara yang baik dan yang buruk. Kenapa Lini tidak berusaha selalu mendoakan ibunya…. Dan semakin mencintai ibunya…. Supaya ibunya…. Di masa tuanya bisa berbahagia dengan anak2 dan cucunya. Ampuni dan cintai dia…. Seperti kata Tuhan Yesus kita harus mencintai musuh… lah musuh aja harus dicintai…. apalagi orang tua kita? Atau orang tua mau kita jadikan musuh juga?

What ever happened in our life… syukuri lah itu bagian dari pembelajaran Tuhan dalam hidup kita. Tuhan mau kita belajar… Kalau Lini melihat banyak hal yang dia ngak suka dari ibunya… yach belajarlah menjadi ibu yang baik itu seperti apa sich? Tapi kalau sampai satu titik ngak mampu…. yach terimalah semua apa adanya…. Belajar bersyukur dalam segala hal. Memang bersyukur di saat senang atau diatas gampang… Bagaimana kita mampu bersyukur disaat susah dan di bawah?

My Parents

Orang tua saya…. Bukanlah potret orang tua yang sempurna… Tapi buat saya mereka orang tua yang luar biasa.

Tidak mudah membesarkan anak yang indigo seperti saya. Saya pun pasti akan kesulitan jika punya anak seperti saya. Seorang dosen saya menegaskan pada saya : dulu dia ngak percaya ada anak2 indigo…. Tapi setelah dia melihat anak seorang teman dosen yang lain akhirnya meninggal karena indigo…. Kata dosen saya ini…. Saya akhirnya percaya ada anak2 seperti ini…. Ngak mungkin anak umur 5 tahun berbohong… dia selalu cerita ada roh2 yang masuk ke badannya kemudian memukuli dia, mencambuki dia, seluruh tubuhnya disundut rokok dll. Saya bilang padanya…. sebegitu lama ibu dekat dengan saya….. masak ibu ngak tahu saya indigo… sampai saya bilang ke dia… kalau saya nanti begini dan begitu… darimana saya dapatkan itu? Itu bukan mimpi…. itu VISI!

Tidak mudah loh menjalani itu semua… anak umur 5 tahun saja bisa tidak sanggup dan meninggal…. Bayangkan saya menjalaninya sampai 40 tahun umur saya. Berapa besar kerusakan karakter yang dilakukan oleh setan dalam hidup saya. Setan itu menyiksa… bukan hanya tubuh,…. tapi juga jiwa dan roh saya…. Dulu waktu kecil saya paling takut kalau tidur… karena suka mimpi buruk… Sampai sekarang saya tidur tidak bisa mati lampu… buat saya… kalau saya didatangi roh2 tersebut…. saya harus melihat mereka … apapun yang mereka perbuat dalam hidup saya.

Dosen ini juga bersaksi… pernah ada mahasiswanya … yang berasal dari Kalimantan…. Hobinya suka berantem…. Suatu saat dia sudah berjanji tidak berkelahi…. Tapi… tetap suatu hari… dia memukul seorang anak. Ketika dosen saya bertanya pada dia… kenapa dia memukul anak itu… kata dia… “soalnya saya melihat orang kuat di belakang anak itu dan jahat sekali”. Aneh? Memang!.. Dunia Indigo itu hitam dan putih…. jadi mohon maaf… banyak orang yang tidak mengerti kita….. ngak usah juga… karena memang dunia kita berbeda… Jadi kalau melihat saya marah …. Mungkin orang kaget luar biasa… karena kadang yang saya lihat adalah isi hati mereka…. bukan yang seperti orang biasa lihat. Kita sangat mudah terpengaruhi dunia di luar kita…. Itu juga maka saya suka berdoa… karena saya jadi lebih tenang dari perasaan2 yang saya tidak mengerti. Kadang… saya suka merasa ngak enak… suka merasa gelisah… tanpa saya dan orang lain mengerti… tapi pada waktunya nanti pasti akan terbongkar… kenapa saya begitu gelisah. Mood saya sangat sulit terjaga…. makanya saya butuh sering berdoa.

Buat saya…. Orang tua saya adalah orang tua yang luar biasa… saya tekankan luar biasa. Mungkin mereka juga orang-orang pilihan Tuhan dalam hidup saya.

Bayangkan menghadapi saya yang indigo saja sudah susahnya luar biasa… ditambah 6 anak lain yang semuanya pintar dan kritis…. Dibandingkan mama yang hanya minim pendidikan dan papa kelas 1 Mulo. Kalau mama ngomong 1x ,…. kita semua membantah 1000x. Apa ngak mumet? Orang dulu mana ngerti psikologi anak…. Bayangkan stressnya mama… ditambah dia kerjakan semua sendiri tanpa pembantu. Karena di padang tidak biasa ada istilah pembantu yang ada hanya tukang cuci baju…… Kalau urusan ngepel, setrika, nyapu, cuci piring, bersihin kamar, belanja ke pasar, masak dll …. Itu menjadi tanggung jawab mama sebagai manajer untuk membagi semua pekerjaan kepada anak2nya. Kalau ada yang lari dari tanggung jawab….terpaksa mama mengerjakan semuanya.

Kalau makan…. mama paling terakhir…. Papa duluan …. Kita makan setelah pulang sekolah…. Mama makan sisa2nya dan waktunya bisa jam 2 (waktu yang telat untuk makan siang)…. Tergantung anak2 sudah pulang semua atau tidak. Kadang mama makan kebanyakan… kadang kurang. Tapi herannya mama ngak pernah gemuk… walaupun harus menghabiskan semua makanan… karena prinsip ngak boleh buang makanan.

Saya yang sakit2an ini…. bersyukur sekali punya mama yang sangat memperhatikan asupan makanan dan gizi saya. Waktu saya kecil karena takut nantinya saya diabetes (karena bokap diabetes)… saya tiap minggu harus minum …. Ramuan empedu tanah yang rasanya pahit luar biasa…. Saya itu harus kejar2an sebelum meminum itu. Itupun harus diancam ngak bisa makan siang kalau tidak minum itu. Aduh anak kecil tiap minggu dicekokin itu…. rasanya minta ampun. Levertranpun (minyak ikan) saya dicekoki tiap hari… pertama minum saya muntah…. karena memang rasanya ngak keruan dan baunya minta ampun amisnya.

Belum lagi karena minus mata kita yang tebal2 semua…. Kita tiap hari harus makan rimbang (bahasa padang…kalau orang Jakarta kenalnya Lencak…. tapi kata teman2 saya tetap ngak sama… karena rimbang itu ngak enak banget rasanya…. aduh rasanyapun minta ampun). Tiap hari mama itu marut wortel sampai tangannya kuning2 untuk kita minum karena mengandung vit A.

Sampai sekarang…. saya sanggup minum ramuan sepahit apapun…. Rasa ngak enak seperti apapun. Cuma kalau makan yang aneh2 saya ngak bisa…. karena mama bukan tipe pemasak…. makanan restoran… mama pemasak makanan rumahan yang biasa saja… tapi bergizi tinggi.

Karena hidup mama dan papa waktu kecilnya susah…. sampai sekarangpun mama tetap hemat. Kita juga diajar hemat. Makanya saya bilang… saya baru menyentuh restoran…. setelah kuliah… itupun ditraktir temen… kalau keluar uang sendiri … MIKIR 1000x lipat !!

Papapun buat saya luar biasa…. Dia yang mengajarkan saya rajin ke gereja…. Memberi saya filsafat2 dan petuah2 hidup. Buat saya mereka saling melengkapi. Mama memberi saya makanan jasmani…. sedangkan papa… memberi saya makanan rohani.

Pernah menghadiri misa perkawinan…. Papa bilang coba baca…. janji perkawinan itu seperti apa?….. bersedia…. hidup dalam suka dan duka… susah dan senang… setia…. (bukannya saat senang mau…. saat ngak senang ngak mau….). Papa memberikan penekanan itu pada saya.

Papapun buat saya orang yang hebat…. Dia sebenarnya kalau mau senang2 dengan uangnya dia bisa… mau jalan2 ke luar negripun dia bisa… Tapi tidak pernah dia lakukan. Dia selalu mikir…. papa sudah tua…. gimana kamu semua melanjutkan sekolah dan selesai kuliah (karena saya lahir di umur papa yang 50 th). Orang pedagang… pasti punya duit… kan!… beli mobilpun bisa koq… tapi saya tetap ke sekolah sampai SMA pulang pergi jalan kaki… begitu juga kalau ke tempat les yang jauh… paling naik sepeda… sesekali naik motor. Saya itu paling ngerasain makan di luar kalau ulang tahun (sekali setahun)… itu pun sate ayam… tapi rasanya mantep dan uenak.. banget (Padang terkenal banyak makanan enak). Saya diajar untuk sebaiknya tidak jajan…

Sampai sekarang buat saya ajaran mereka ke saya…. semuanya luar biasa… saya rasakan sampai hari ini. Kalau saya punya orang tua yang lain… mungkin cerita akan berbeda. Pernah saya dan teman2 ke luar kota bareng mama dan papa teman2 saya. Orang tua saya tidak pernah senang2 setahu saya. Kita yang pagi2 bangun… nyari jagung buat sarapan aja dimarahin sama ibu2 yang masih tidur nyenyak. Padahal itu jam 5 pagi. Lah mama saya tiap hari bangun jam 4 pagi… harus langsung masak untuk makanan pagi anak2nya 7 orang. Bayangkan repotnya. Belum yang nanya baju… belum yang nanya kaos kaki.. belum yang makan belum kelar, nanyain buku ini dan itu… akhirnya semua disuapin… biar cepat kelar makan dan ngak telat ke sekolah.

Kalau saya membayangkan semuanya itu… saya tertawa… lucu kali… kalau kejadian itu diulang lagi…. Saya merasakan perjuangan orang tua saya itu luar biasa.

Papa itu selalu mencurahkan kasih sayangnya pada kami…. Walaupun dia sakit diabetes…. dan selama 10 tahun hanya makan kentang… dia bertahan hidup untuk anak2nya. Tiap sore saya dan adik….. menemani dia menjemur dan menjajakkan kakinya di pasir laut karena udah kebal rasanya karena diabetesnya. Papa bertahan hidup hanya untuk anak2nya tanpa memperdulikan kesenangan dirinya. Buat saya ini luar biasa.

Dibandingkan orang2 sekarang…. saya terkadang bingung… sabtu dan minggu masih training lah… main golf lah… dll sibuk ngak keruan. Malah kadang sudah bercerai…. anak dibiarkan begitu saja… ngak tahu dah makan atau belum… eh dia malah enak2an pacaran. Terkadang… saya kesel juga lama2…. Membantu anak2 didik saya dalam kesulitan2 mereka. Yang paling saya kesel…. lah orang tuanya enak2 bercerai… pacaran lagi… selingkuh dll…. Lah saya yang harus urus anak2 mereka…. Tapi ngak apa2lah Tuhan Yesus jauh lebih berkorban daripada pengorbanan saya.

Mungkin karena kita di daerah…. Waktu untuk keluarga luar biasa banyak. Saya kalau pulang sekolah selalu mencari mama… kalau ngak ada di rumah nyari di tetangga… Dan yang saya lakukan adalah bercerita apapun yang terjadi di sekolah sepanjang hari. Enaknya buat saya karena punya papa pedagang dan dagangnya di rumah saya pasti ketemu mereka setiap hari….. mungkin di zaman sekarang… dan kondisi Jakarta… hal itu menjadi sulit dan agak tidak mungkin… dan saya sangat mensyukuri masa kecil saya di kota kecil yang indah…. Damai….tenang…. dekat laut… dekat sungai…. dekat gunung…. Mudah sekali untuk mendekatkan diri dengan alam.

Dan kakak saya yang lakipun seperti itu… setiap sabtu dan minggu adalah hari keluarga…. Walaupun anak2nya sudah besar… yang kadang2 suka clubbing dengan teman2nya.

Kadang saya bingung2 lihat teman2 saya… pagi sampai sore masih training… pulang… pergi lagi… ke suatu pertemuan. Terus waktu buat istri dan anaknya kapan (koq gua yang protes… lah istri anaknya tenang2 aja tuch)…. Secara…. Kerja dah tiap hari dan pulang malam lagi. Lewat tengah malam masih terus baca buku …. Sulit sekali hidup di zaman sekarang.

Bukan berarti papa ngak pernah marah sama saya…. Yang saya heran… kalau papa marah… cukup hanya membesarkan mata… saya sudah tahu… dan saya pun pergi tanpa membantah. Tapi kalau mama yang ngomong… saya bisa nyahut 100x. Saya tahu …. saya tipe anak pemberontak…. Sulit sekali dikendalikan. Tapi omongan2 papa itu selalu saya pegang sampai sekarang.

Saya mau naik gunung…. Dia perbolehkan…. Asal tidak gunung M… karena… disitu ada Inyik (harimau jadi2an… dukun sakti yang ngak bisa mati karena ilmu dunia kegelapannya ketinggian… dan papapun tahu dunia seperti itu). Ok… saya menurut. Dan nasehat yang paling utama dia berikan dalam hidup saya : JANGAN SAMPAI KAMU MEMBUAT MALU ORANG TUAMU…. Ini yang saya jaga sampai hari ini.

Papa dan mama orang yang sangat sederhana….. ngak tahu itu diskotek…. paling nonton sekali2… karena rumah kita dekat bioskop…. plesiran juga sangat jarang. Ngak pernah clubbing… mabuk2…. Cuma memang papa perokok dan ngopi berat. Ini juga salah satu pemicu diabetesnya. Dan sampai sekarang…. karena menderitanya papa akibat diabetes itu… saya ngak pernah suka dengan rokok dan kopi…. Mau teman2 saya jungkir balik…. Di depan saya dengan wangi kopi… saya tidak tertarik.

Kenapa saya bilang papa menderita sekali karena diabetes? Dia itu harus makan kentang selama 10 tahun. Belum lagi kena katarak… yang membuat dia sulit untuk membaca….. belum harus suntik insulin …. beberapa kali seminggu… belum lagi…. Harus bisul (karena darahnya kotor)… dan bernanah… kalau dipecahkan ampun sakitnya… Setiap orang makan enak…. dia hanya melongo… karena kalau dia makan juga… akibatnya harus berak darah.

Kesabaran mereka menghadapi saya yang suka sakit2an…. Mungkin hidup mereka dihabiskan hanya untuk merawat saya yang sakit2an. Bagaimana papa membujuk saya untuk… karena kalau orang sakit pasti susah sekali makannya. Sampai berusaha membelikan makanan enak apapun supaya saya mau makan.

Saya menulis ini sambil menitikkan air mata…. karena pengorbanan orang tua saya yang besar pada saya dan saudara2 saya. Walaupun papa akhirnya meninggal juga diusia saya remaja…. Tapi semua wejangan dia saya ingat sampai sekarang. Penderitaan2 dia pun masih bisa saya rasakan sampai sekarang.

Kenapa saya begitu mandiri dan tough…. Karena saya harus berjuang di masa remaja dan dewasa saya tanpa orang tua (sudah merantau)… jadi saya selalu mengingatkan anak2 didik saya yang suka ribut dengan papanya…. Saya bilang kamu harus bersyukur masih punya orang tua…. Saya harus berjuang untuk kuliah….

Dan inipun menjadi rasa syukur saya…. kakak2 saya yang sudah kerja… semuanya banting tulang, bekerja sama menyisihkan gaji mereka untuk uang SPP dan BPP saya… Saya juga bangga dengan pengorbanan saudara2 saya. Kakak saya dari kecil terbiasa menabung…. supaya bisa beli es, beli anggur, beli apel,beli buku ,beli majalah dll. Yang paling saya inget kalau kakak saya beli es…. kita adik2 nya satu2 pegang satu sendok…. minta satu sendok. Lucu banget… pake ngantri lagi.

Kalau mencari tambahan uang untuk belanja, beli buku, beli baju, foto copy, nonton… uangnya saya peroleh dari jadi asisten lab, asisten dosen, memberi les, berjualan kartu natal dan lebaran, jual foto copy kuliah, jual buku2 yang saya beli di itb….. Dari muda semangat dagang memang sudah diajarkan mama dan papa… karena kita dari keluarga pedagang.

Satu hal yang saya pikir luar biasa… saya yang lulusan S2… tidak bisa membeli rumah bahkan di pinggiran Jakarta sekalipun. Papa yang sekolahnya tidak tinggi bisa beli rumah di pondok indah dengan menjual beberapa ringgit emas yang dia tabung. Papa selalu bilang…. Papa akan cari uang banyak untuk kamu dan saudara2 karena…. Memang anak perempuan papa banyak. Papa ngak mau anak2 perempuannya direndahkan laki2. Dan sampai sekarang…. Mohon maaf kalau saya sulit untuk respek pada laki2 yang pemales (equal boleh… respek ngak)…. ngak mau cari uang… gengsian… ngak setia …sombong dll. Bagaimana mau respect pada laki2 yang seperti itu… memberi teladan aja ngak bisa… bagaimana bisa memberi teladan, kalau ngak punya iman? (mungkin saya harus juga belajar melihat kebaikan dalam diri mereka). Apalagi yang merendahkan perempuan…. Mungkin saya ngak liat sebelah mata lagi… dua2 mata saya pun ngak akan saya lirik.

Saya bisa merasakan banyak kesulitan anak2 yatim seperti saya. Hidup tanpa ada orang yang membela. Tapi saya sekarang sangat percaya bahwa Tuhan Yesus selalu membela saya tanpa adanya orang tua saya.

Ini juga pelajaran paling penting yang saya ingat dari orang tua saya… bahwa mereka tidak membedakan anaknya yang laki2 atau perempuan. Kalau adatnya orang cina…. anak perempuan kalau menikah…. Dianggap keluar dari keluarga… tapi papa tetap mengingatkan…. Bahwa harta warisan harus dibagi rata…. Baik anak laki2 atau perempuan. Ini pelajaran yang paling saya suka…. Sehingga anak2 perempuan papa dan mama… tetap bisa sekolah dan bekerja mandiri. Kalau saya dengar cerita yang jualan lontong… anak laki2nya kuliah trisakti sampai 7 tahun… ngak lulus2… padahal dua anak perempuannya ngak ada yang kuliah. Yang bikin saya gemes… emang orang bodoh itu takdirnya dikibulin orang. Masak anaknya bilang tiap bulan harus bayar uang sekolah kayak SMA… saya bilang ngak ada itu… bayarannya persemester…. Enak banget … jadi anak laki2… disekolahin… dibohonginpun dibiarin aja. Kasihan anak perempuannya kan.

Kalau saya ingat beberapa teman laki2 pernah bercerita… dibawa jalan marathon oleh mertua laki2 nya sebelum menikah…. Dengan memberi wanti2… “saya laki2 dan saya tahu laki2 itu suka nakal dan kurang ajar terkadang brengsek…. Dan saya menitipkan anak saya untuk kamu jaga dan rawat dengan baik sebagai tanggung jawabmu. “ Sekarang pertanyaannya…. Untuk anak yatim…. Siapa yang akan mengatakan itu hal itu? Jadi berbahagialah kalau masih punya orang tua. Saya…. Berketetapan dalam hati saya…. WALAUPUN NGAK BANYAK ORANG YANG BAIK SAMA SAYA… TAPI SATU YANG MENJADI PEGANGAN SAYA YAITU : TUHAN YESUS SELALU BAIK UNTUK SAYA.

Ini hanya sebagian kecil perjuangan orang tua saya … pada anak2nya. Saya jujur… mereka bukan orang tua yang sempurna…. Tapi saya bangga luar biasa pada mereka. Mereka punya kekurangan…. Saya akui itu. Tapi dengan kelemahan mereka… saya melihat mereka… ADALAH MANUSIA2 LUAR BIASA… BUKAN MALAIKAT2 LUAR BIASA. KARENA YANG SEMPURNA HANYA TUHAN YESUS.

SEPERTI YANG SAYA KATAKAN… MEREKA TIDAK SEMPURNA…. MEREKA PUNYA KELEMAHAN DAN KEBURUKAN… TAPI UNTUK APA JUGA SAYA MEMBONGKAR KEBURUKAN MEREKA? JAUH LEBIH BAIK SAYA MELIHAT KEBAIKAN MEREKA. DAN INI YANG SAYA KENANG SELALU. UNTUK MASALAH KEBURUKAN…. SETIAP ORANG PASTI BISA MENILAI ANTARA YANG BAIK DAN YANG JAHAT. KARENA KEBENARAN ITU TUHAN PAHAT DALAM SETIAP HATI NURANI MANUSIA.

Saya tahu saya pemberontak…. kalau saya tanya pada Tuhan kenapa juga memilih saya yang pemberontak… Tuhan berkata… saya membentuk kamu dari janin. Yach… biarlah semua rencana Tuhan yang terbaik yang akan Tuhan hadirkan dalam hidup saya. Dan biar Tuhan yang menuntun dan membimbing hidup saya.

Saya pun terkadang bingung dengan orang2 sekarang.. yang sangat tidak puas dengan pasangan hidupnya… Saya bilang…. Terus terang buat saya… masih punya istri atau suami itu …. itu sangat luar biasa…. harus disyukuri…. bukannya digerutuin tiap hari.

Lihatlah kebaikan… dalam diri suami (masih kerja, masih pulang ke rumah, masih mau bertanggung jawab pada keluarga, dll)… dan istrimu (masih mau merawat anak dan suami, masih juga harus bekerja di luar rumah dll)…. Walaupun mereka tidak  sempurna.

KALAU ORANG TUA KITA AJA … BEGITU LUAR BIASA… BEGITU BESAR PENGORBANANNYA…  APALAGI PENGORBANAN TUHAN YESUS. KALAU ORANG TUA KITA BEGITU MENCINTAI KITA… APALAGI TUHAN YANG MENCINTAI KITA… SAMPAI RELA MATI …. MENANGGUNG DOSA DAN PENDERITAAN KITA.

Lihatlah kebaikan …. Dalam diri orang tuamu…… walaupun mereka tidak sempurna

Lihatlah kebaikan….. dalam diri anak2mu…. Walaupun mereka tidak sempurna (suka membantah, suka melawan, suka males dll)

Lihatlah kebaikan….. dalam diri teman2mu…. Walaupun mereka tidak sempurna.

Kenapa harus selalu menuntut?

Kalau menuntut terus…. Tuhanpun “SANGAT” capek memenuhi tuntutan2 kita…. Kenapa juga kita tidak belajar bersyukur?…. karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Dan Tuhan Yesus menciptakan kita dengan rancangan luar biasa (bayangkan kalau punya 10 tangan atau 50 jari)…. menciptakan dunia ini dengan rancangan luar biasa (bayangkan yang ada hanya rumput.. atau pohon kelapa doang… yang ada hanya daratan doang… ngak ada lautan dan pegunungan dll)

Selagi kita sempat…. berterima kasihlah dengan orang2 yang pernah memberikan kebaikan pada kita…. sekecil apapun… yang pernah mereka lakukan. Berterima kasih pada orang tua selagi dia masih hidup, berterima kasih pada saudara2, berterima kasih pada teman, berterima kasih pada guru, berterima kasih pada orang2 yang berjasa dalam hidup kita (kita suka ataupun tidak)…. Dan yang paling utama berterima kasihlah pada Tuhan yang menciptakan banyak kebaikan dalam hidup kita.

Seumur hidup…. kita diajar…. Dimurnikan Tuhan…. Itu tujuan kita hidup di dunia… semakin dekat dengan NYA… mengenal kasih NYA…. Hidup dalam Damai SejahteraNYA…. Berbahagia dalam CintaNYA….. Mempunyai kekuatan dalam pertolonganNYA.

Tuhan Yesus … Engkau Allah yang hidup…. Sungguh besar kasih, perlindungan, penyertaanMU dalam hidup kami. Bimbinglah hati dan pikiran kami setiap saat untuk belajar mensyukuri detik demi detik perjalanan hidup kami yang luar biasa. Melihat banyak kebaikanMu dimana-mana melalui banyak hal dan kejadian yang kami alami.

GBU

Ligoz (Lina Gozali) – Jakarta

Tulisan Terkait

Tags:

This entry was posted on Monday, March 2nd, 2009 at 5:31 pm and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review Buku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Review dari Ligoz, Jakarta”

  1. ligoz
    7:36 am on March 14th, 2009

    tq Lini… keep on hard work in writing…

    Tuhan Yesus… selalu mencintai dan menyertaimu…

    semoga bisa menjalin lagi tali silaturahmi dengan ibunya… apapun reaksi dia…kita anak2 Tuhan…. lebih baik mengalah… jangan hitung2an…karena Berkat Tuhan melimpah atasmu.

    Tuhan Yesus memberkatimu sekeluarga melimpah..>GBU

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>