Review dari Fonny Jodikin, Singapore
Sore itu saya bertemu Lini.
Sekalian kopi darat, setelah sebelumnya hanya bertemu via dunia maya. Dan saat itu pula, saya mendapatkan buku My Life is an Open Book yang selesai dibaca dalam sehari.
Bagi saya, buku itu sangat jujur. Sangat terbuka. Sama terbukanya dengan Lini yang ada di hadapan saya sore itu. Sama terbukanya dengan Lini yang memberikan informasi tanpa pelit atau simpan sendiri via email terhadap pertanyaan saya, padahal saya hanya orang asing.
Sebagai orang asing yang tak kenal Lini, mungkin akan terperangah melihat keberaniannya untuk bicara jujur. Tetapi, jujur memang terkadang menyakitkan, dan itu yang dia bisa lakukan, ‘out of the box’, tampil beda dari pandangan orang banyak.
Dari buku itu saya belajar banyak soal relasi. Saya juga melihat Lini dan keluarga (suami dan anak-anak), menjadi keluarga yang kompak, apa adanya, dari perjuangan mengatasi permasalahan yang ada. Tiap keluarga punya masalahnya masing-masing, namun dari bukunya Lini, saya belajar untuk berusaha hidup lebih baik lagi. Bukan dengan kehebatan, tapi dengan kesederhanaan, meskipun dalam keterbatasan.
Saya suka tulisanmu, terus menulis ya, Lin…
Love,
Fonny Jodikin
Singapore
Tulisan Terkait
Tags: Review
This entry was posted on Tuesday, August 25th, 2009 at 11:08 pm and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review Buku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








