Review dari B. Slamet Lasmunadi, Kebumen

Lini, menurutku buku ini memiliki “makna belajar”:

1. Belajar untuk “menerima sejarah hidup” dengan suka dan dukanya.
Membaca tulisanmu itu mengasyikkan tapi sekaligus membuat jantungku berdebar karena baru kali ini aku membaca sebuah “kisah pengakuan sejarah hidup”: entah yang terang dan gelap, dikemas dalam sebuah buku “sejarah”. “Life is opened”, membutuhkan kerendahan hati, siap untuk diremehkan, siap untuk ditolak, bahkan siap untuk dinilai “buruk”. Keberanian untuk menyingkapkan “diri pribadi” itu, rasa rasaku itulah sebuah wujud “penyaliban diri” karena tidak ada gengsi yang dipertahankan, tidak ada lagi kesempatan untuk mencari “pujian” dan juga tidak lagi “ada kesempatan untuk dikatakan orang saleh”.

2. Dengan menulis “My life is open”, rasaku itu sebuah pengalaman untuk ‘belajar mati”. Mematikan diri, yakni tidak lagi mempertahankan dan mencari cari “segala yang istimewa”. Dengan tulisanmu, dirimu dinilai apa adanya, tidak butuuh lagi penilaian…alangkah indahnya, buku itu pun menjadi sebuah “kisah kasih bagi Tuhan” dalam hidup doamu.
3. Dengan menulis “kisah hidup” yang terang dan gelap itu, aku merasa tergerak untuk belajar “berlatih’ tidak perlu membela diriku dengan masa suramku…Itulah pelatihan yang membuat orang bisa “belajar realistis” dalam hidup: belajar untuk juga tidak mencari kesalahan orang lain, melainkan malah belajar “mencari kesalahan dalam diriku” agar aku tahu manakah yang harus kuubah.

4. Menulis “sejarah hidup’ akhirnya menjadi ungkapan iman penuh syukur kepada Tuhan, meski ada kegelapan dalam hidup ini, toh Sang Terang itu tetap bernyala, kecil api itu barangkali, namun tetap bisa membuat panasnya badan, agar bertahan dalam situasi dunia yang penuh ‘manusia dingin’, tidak bergairah untuk hidup.

5. Rasaku, siapapun yang terliibat dalam hidupmu, akan ikut bahagia, “aku menjadi bagian sejarah hidupmu”..ternyata “kegelapan pun bisa menjadi terang” bagi orang lain…bukumu yang “opened’ itu tentu akan memberi inspirasi banyak orang yang gagal, dan takut menerima diri.., dan tulisanmu menguatkan aku juga sebagai imam, hidup itu “belajar apa adanya’!

Lini. selamat ya…aku ikut bahagia…campur berdebar…dan campur terharu… karena …. aku…. (dalam batin…)

Blasius Slamet Lasmunadi, Pr
Kebumen, Jawa Tengah

Tulisan Terkait

Tags:

This entry was posted on Monday, March 16th, 2009 at 7:12 pm and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review e-book. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Review dari B. Slamet Lasmunadi, Kebumen”

  1. Mo Met: Sahabat, Gembala, Endorser
    2:29 am on August 14th, 2010

    [...] Aku ingat ketika ia mengirimkan komentar atas bukuku. Review dari B. Slamet Lasmunadi, Kebumen [...]

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>