Hadapi Segala Risiko Pilihanmu

Resensi
Majalah Komunikasi Keuskupan Bandung
Edisi 342 April 2009

Hadapi Segala Risiko Pilihanmu

Judul: My Life is An Open Book
Penulis: G. Lini Hanafiah
Penerbit: Via Lattea Foundation
Tahun: 2008
Jumlah Halaman: 245

Membagikan tentang perjalanan kehidupan pribadi kepada orang lain memang bukan suatu perkara yang mudah. Apalagi jika pengalaman itu merupakan pengalaman yang kelam atau tidak mengenakkan. Setiap orang pasti memiliki pengalaman pahit dalam hidupnya, baik itu dengan keluarga, teman, pacar, atau pun dengan diri sendiri. Pengalaman itu terasa sangat pahit dan berat ketika masih dialami. Namun penuh kenangan, makna dan proses pembelajaran ketika segalanya telah berangsung-angsur terlewati.

Buku dengan cover berwarna ungu ini mengisahkan tentang perjalanan hidup penulis, G. Lini Hanafiah. Dengan gaya bahasa yang ringan dan alur yang mengalir, kisah perjuangan hidup di bawah tekanan keluarga dan berbagai macam keputusan berat yang harus ia pilih, membuat buku ini menjadi menarik.

“Jangan jadi pengecut. Hadapi segala risiko dari pilihanmu. Life is a matter of choosing.” Salah satu cuplikan tulisan tadi merupakan sebagian kecil inspirasi yang bisa digali di dalam buku ini. Membaca buku setebal 245 halaman ini, terkadang membuat air mata menetes karena kisah yang dituliskan begitu terasa menyentuh dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Terkadang pla membuat tertawa kecil karena ada-ada saja hal lucu yang real terjadi seperti saat penulis dan calon suaminya saat itu harus mendorong motor yang bocor bannya ketika hendak pergi ke paroki untuk mengecek persiapan menikah esok harinya.

Buku yang dibagi menjadi lima bagian ini, dapat memberikan inspirasi dalam mengolah hidup dan merefleksikannya bagi kebanyakan anak muda yang masih bingungdalam banyaknya persoalan kehidupan. Pengalaman Lini saat bertransisi menjadi seorang ibu dan mencoba mendidik anak-anaknya pun dapat menjadi kaca mata baru bagi orang tua dalam melihat apa dan bagaimana sisi seorang anak yang dulunya tertekan lalu kini menjadi seorang ibu bagi kedua anaknya.

Apa yang sebenarnya penulis pikirkan dan lakukan hingga ia mampu berproses dalam setiap kepahitan hidupnya? Bagaimana penulis menemukan makna dalam setiap perjalanan hidupnya? Semuanya ada di dalam buku berukuran 17×17 cm itu. Selamat membaca! (Eddy)

Tulisan Terkait

  • Tidak ada tulisan terkait

This entry was posted on Monday, May 25th, 2009 at 12:01 am and is filed under Buku, My Life is An Open Book, Review Buku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>