Setelah saya merilis e-book “Yuk Nulis!”, saya nekat untuk membangun komunitasnya beberapa bulan lalu melalui milis dan blog Yuk Nulis!. Terkumpullah beberapa orang yang memiliki bakat terpendam.
Seiring berjalannya waktu, semakin semarak kehidupan di “rumah” Yuk Nulis!”. Saya merasa sudah waktunya untuk membuatkan tempat tambahan, yaitu page Yuk Nulis! di Facebook.
Sebentar saja, sudah memiliki fans begitu banyak. Luar biasa! Bahkan banyak yang bukan teman-teman saya. Semua ingin menulis. Pada semua orang yang minta diajari menulis, saya selalu menjawab, “Coba download e-book saya, nanti kita sharing di milis.”
Ternyata, entah bagaimana, beberapa orang itu kerap menanyakan ke Marsel, urusan direct selling, apakah bisa membeli buku “Yuk Nulis!”.
Sejak awal saya membuat, ide dasarnya adalah sekolah gratis. Maka saya buat e-book itu dengan bebas di-download tanpa batas waktu.
Kenapa tidak dicetak?
Dicetak itu butuh ongkos, maka pembaca harus mengganti ongkos cetak. Lalu ide sekolah gratis tidak lagi gratis karena pembaca harus merogoh koceknya.
Mohon maaf, sampai saat ini dan entah kapan, e-book “Yuk Nulis!” akan tetap menjadi e-book dan akan tetap gratis.
Silakan unduh e-booknya di sini.
Jangan sungkan untuk bergabung di Yuk Nulis!.
Sudah terbit buku kumpulan puisi motivasi dan refleksi dalam foto-foto indah. Buku dengan konsep kumpulan postcard dalam sampul hardcover dapat dilepas tanpa mengganggu bentuk asli buku. Cocok untuk dijadikan sebagai kado motivasi.
Spesifikasi Buku
Judul Buku: Bingkisan Kata
Penulis: Femikhirana
Penerbit: Via Lattea Foundation
ISBN: 978-979-18815-4-8
Ukuran: 12 x 16 cm
Cover: Hard cover, laminating doff, dengan bingkai poly emas, dan judul poly hologram
Isi: Ivory 210gsm, furnish UV (glossy), 20 lembar (19 postcard puisi bergambar)
Jilid: Spiral dengan garis potong/sobek pada isi postcard
Harga Rp 55.000,-/pcs.
Ongkos kirim tergantung wilayah pengiriman masing-masing.
Tentang Buku
motiflection adalah sebuah akronim dari kata motivation dan reflection.
Puisi-puisi ini terbentuk dari sebuah pelajaran perjalanan hidup yang dialami penulis. Diabadikan berbarengan dengan foto-foto indah dari para sobat fotografer untuk membuat Bingkisan Kata itu menjadi lebih hidup.
Penulis adalah seorang wiraswasta yang senang menulis tentang motivasi dan renungan dari pengalaman hidupnya dan sekelilingnya.

- Cover Depan Bingkisan Kata

- Cover Belakang Bingkisan Kata

- Contoh Isi: Mengubah Dunia

- Contoh Isi Burung Kecil

- Buku Bingkisan Kata
TIDAK TERSEDIA DI TOKO BUKU UMUM
Untuk pemesanan silakan isi form pemesanan di bawah ini :
Dalam rangka ultah Yuk Nulis! kedua 18 Maret 2010.
Kaos limited edition yang dikutip dari buku Kamu Bagian dari Hidupku (Via Lattea Foundation, 2010. Akan segera terbit). Dengan membeli kaos, Anda ikut membantu mendanai penerbitan buku ini.
Ada 8 disain. Tiap disain hanya ada 1 lusin dengan perincian:
ukuran S 3 bh
ukuran M 3 bh
ukuran L 3 bh
ukuran XL 3 bh
Harga Rp 100.000
Silakan klik pada gambar.
Untuk pemesanan kaos, silakan isi form di bawah.
Lihat pula di album foto Merchandise Limited Edition
“…Percuma saja berlayar
Kalau kau takut gelombang
Percuma saja bercinta
Kalau kau takut sengsara…”
–‘Jatuh Bangun’, Eko Sachy by Meggi Z –
Intro
Sebuah tulisan yang hebat, menurut ukuran saya, adalah tulisan yang bisa mendorong pembacanya untuk melakukan sesuatu setelah proses pembacaan itu berlalu. Bila setelah membaca sebuah buku, pembacanya hanya mengerutkan kening tanda tak mengerti, atau sekedar mengangkat alis tanda tak tersentuh; maka nilai positif yang paling dominan, jika tidak bisa dibilang satu-satunya, dari dicetaknya buku tersebut untuk sebagian besar pembaca adalah ketersediaannya dalam rangka meramaikan rak pajang di toko buku. Sebuah eksklusivitas yang mengucilkan eksistensi. Memakai ukuran ini, saya bisa mengatakan dengan jumawa bahwa buku ‘My Life is an Open Book’ (selanjutnya disebut MLOB) sebagai sebuah buku yang hebat. Dan pilihan saya ini mengantarkan pada sebuah ‘kenapa’.
Read the rest of this entry »
Mulai menginjak bangku SMP, aku br menyadari bhw mami memperlakukan aku berbeda dgn kakak no.2. Pdhal apa sih yg tdk membuat beliau sehrsnya bangga terhadapku? Aku rangking di kls, SMP kls I puisi2ku sdh terbit di koran, Ketua Osis di SPG, dll dll. Makin jls saat aku menikah dgn suku lain, bkn spt mami yg keturunan or dr papi yg dr Tapanuli. Kunjungan2 yg dibedakan, bahkan perlakuan utk pahopu jg berbeda.
Membaca buku Lini spt melihat ke dlm sebuah cermin, perlakuan berbeda, rasa sakit,tp jg kegigihan utk membuktikan bhw “aku bisa, walau berbeda dan aku mampu!”
Read the rest of this entry »
Majalah ADOI edisi Maret-April 2010
G. Lini Hanafiah, yang digelari Ibu Kost di group jejaring Yuk Nulis ini, tertawa ramah saat ditanya tentang ide awal dari pembentukan group ini. “Ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan saya pada masalah yang dihadapi teman-teman penulis pemula yang sulit memplubikasikan tulisan-tulisan mereka di media-media yang mapan serta terinspirasi oleh ide citizen jusnalism yang membuka lebar kebebasan untuk mengekspresikan ide dan pemikiran.” Begitulah paparannya, justru para penulis pemula seperti ini harus mendapatkan banyak perhatian. Dan kemudian dirintislah group Yuk Nulis dengan memanfaatkan blog, mailist dan facebook. “Blog adalah media panjang yang cocok untuk meng-upload hasil tulisan-tulisan, milis sebagai ruang ngobrol sesama ‘nuliser’ sehingga bisa saling akrab, dan facebook sebagai jembatan penghubung menuju pembaca. Dengan cara ini tingkat keterbacaannya akan cukup tinggi,” jelasnya.
Read the rest of this entry »
Hari ini sesuai dengan kesepakatan kita semula, janji saya untuk menulis & membahas buku Ibu G.Lini Hanafiah, seorang Ibu muda cantik yang memiliki seabrek aktifitas yang luarbiasa sibuk, penulis buku best seller, Ibu dari dua orang anak yang cerdas & istri yang sangat baik & belahan jiwa dari Bapak Danny. Saya bisa “mengenal” Ibu Lini, lagi-lagi di fans page Karimata Jazz Band, yang didirikan oleh Bapak Haryo K.Buwono, penulis buku best seller Fatamorgana Kehidupan, yang sudah kita bahas bersama.
My Life Is An Open Book, dari judul buku ini saja, menyimpan rasa penasaran besar. Apa isi buku ini sebenarnya? Saya bisa dapat inspirasi apa dari buku ini? Ternyata setelah saya dikirimi buku Ibu Lini ini, saya membaca isi buku ini semua, saya sampai sedih & menangis melihat seorang anak manusia ciptaan Tuhan yang begitu polos & lugu menceritakan keadaan hidupnya yang berasal dari keluarga Tapanuli yang orangtuanya terkenal sangat berdisiplin tinggi & didikannya yang keras, serta selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya untuk sekolah setinggi mungkin, demi masadepan yang cerah. Seperti kita ketahui bersama, kita harus banyak belajar dari keluarga Tapanuli kebanyakan, walaupun orangtuanya hidup susah, prinsip yang utama dari keluarga tapanuli ini adalah harus bagaimanapun caranya anak-anaknya adalah harga mati harus diperjuangkan menjadi sarjana, bila perlu walaupun ayah ibunya mencangkul diladang, anaknya diperjuangkan sampai menjadi sarjana, baik didalam negeri maupun diluarnegeri. Nah dalam keluarga Ibu Lini ini, saya menilai ibunya beliau jauh lebih memegang peranan begitu besar didalam keluarga, tukang mengatur, “tukang nyerocos” bila dibandingkan dengan ayahnya yang lebih pendiam & pengertian. Ibaratnya kata Ibu Lini, dalam Negara system parlementer, meskipun ada jabatan Presiden, tapi fungsi Presiden tidak dominan, bila dibandingkan dengan fungsi & peranan Perdana Menteri yang jauh lebih dominant, bila dibandingkan dengan Presiden. Nah Lini bilang ibunya yang adalah seorang pegawai negeri sipil dilingkungan pengadilan, mungkin beliau oleh karena pekerjaannya yang selalu menangani orang yang berperkara, Ibunya itu sangat sibuk luarbiasa, sampai-sampai anaknya kurang mendapat perhatian & kasih sayang dari seorang Ibu, walaupun ayahnya Lini itu sangat pengertian, tapi dimata anaknya, ayahnya itu dianggap “kurang wibawa” bila dibandingkan dengan ibunya. Kurang wibawa disini dapat diartikan sebagai ayahnya yang saking baiknya terhadap anak, sehingga anak merasa ayah yang terlalu easy going juga tidak baik, tidak ada dalam bentuk disiplin yang keras, membuat lini kecil, seperti kurang mendapat perhatian juga. Ada ungkapan dimasyarakat bahwa bagaimana ayah ibu menyanyangi anaknya? “tampar anakmu, supaya anakmu tahu bahwa orangtuanya saking sayangnya terhadap anaknya selalu melarang ini itu, itu semua seperti menandakan bahwa anak merasa mendapatkan kasih sayang lewat tamparan kasih sayang itu”. Akibatnya lini kecil haus kasih sayang dengan mencari jati dirinya yang selalu dipertanyakan oleh anak kecil menjelang remaja “Siapakah aku sebenarnya” ??
Read the rest of this entry »
Baru baca My Life is an Open Book,cara penulisan yang bagus,kesannya ringan dibaca walaupun isinya berbobot,jarang nemu yang kaya gini 
Saya menikmati dari awal sampe akhir sambil berpikir dengan heran apa yang sebenarnya membuat ringan dibaca padahal isinya tidak ringan?
Untuk isi saya menangkap kemarahan dan sakit hati yang sulit hilang walaupun logika sudah menerima.Maaf sebesar2nya saya tidak bermaksud menggurui sama sekali tapi sejak baca pengen banget kasih opini.Saya punya mama yang agak mirip sifatnya tapi dengan derajat yang lebih enteng,jadi kurang lebih saya agak memahami apa yang Lini rasakan,sayapun merasakan hal yang sama selama ini.
Mama kita orang yang kurang atau tidak sensitif,sialnya punya anak yang sensitif,anak akan banyak luka,tapi mama sama sekali ga kerasa apa2 dan tidak merasa bersalah sama sekali.Apalagi sepertinya Mama Lini sanguin abis yang sudah ngamuk2 bikin sakit ati ga lama udah lupa dan ketawa2 padahal kitanya masih nangis.
Read the rest of this entry »
Aku baru selesai baca buku ungu ini
)
kesannya: jujur dan mantep bangeeett!! Banyak hikmah dan pelajaran hidup yang bisa kuambil dari situ..
Dan aku jadi semakin terkagum-kagum sama Tuhan, yang ciptain kisah hidup tiap orang beda-beda, dengan rahasianya masing-masing..
Inspiratif!! –> Temukan rahasia-rahasia hidupmu, keyakinanmu, dan kebenaranmu sendiri..juga tanggung konsekuensi tiap pilihan yang kamu ambil-baik ataupun tidak baik
LOVE IT!! Thanx for sharing your life =) God bless…
Vina Venylia Lim
Jakarta
My life is an open book. I love it, ini buku yang tidak cengeng dan tidak pretentious. Kalau sudah tidak pretentious, pastinya bermakna dan tidak (sengaja) diberat2kan. Good job Lin! Funny thing is, aku surpise banget baca puisi hal 116, aku gak tau kalau puisi itu udh ada terjemahannya. Sampai gemetaran krn semangatnya ?:?????????:??..Yg aku tau puisi aslinya yg ditulis oleh Dorothy.. That’s one of fav poem. Kalo kamu masuk blog ku, ada jg di sana. Itu puisi talks to me in so many ways, kalau kamu pas duduk didepanku skrg udah pasti kemuncratan sana sini krn sayanya terlalu semangat mengupas artinya 
I can relate to what you wrote, karena ya kita memang Ibu, Anak, Mantu, istri, kakak/adik, ipar… Begitu banyak label yang terkadang menuntut job description yang berbeda… Enak dibaca ya krn tidak pretentious itu. Cetakannya bagus juga
fontnya enak dan layoutnya lapang, jadi buat yang baca (apalagi untuk yg udah agak tuir dpt saya) nyamannn!
Melly Sutjitro
Serpong