E-book Si Kaki Putih, Si Kaki Hitam, dan Si Cokelat juga gratis!

5 Comments »

November 3rd, 2011 Posted 2:19 pm

Si Kaki Putih, Si Kaki Hitam, dan Si Cokelat

G. Lini Hanafiah & Mikayla Karissa Denel
ISBN: 978-979-18815-5-5
Penerbit: Via Lattea Foundation
60 hal
18×18 cm

 

Pengantar untuk Orang Tua

Cerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata tentang dua bayi kucing yang ditemukan oleh Mikayla dan Gavryel, kedua anak saya. Kami mendokumentasikannya dalam bentuk jurnal dan foto sebagai portofolio mereka yang berstatus home education.

Ketika Si Kaki Putih ditemukan, saya yakin bahwa pengalaman ini akan jadi petualangan yang sangat menarik. Ditambah lagi, Si Kaki Hitam yang kami temukan dua hari setelahnya. Saya semakin yakin untuk menulis petualangan seru ini.

Manusia berencana, Tuhan berkehendak. Kedua bayi kucing yang kami selamatkan dengan bantuan Si Cokelat sebagai “induk asuh” ternyata mati satu per satu. Duka ini menusuk dalam pada diri Mikayla dan Gavryel. Saya semakin bertekad untuk menjadikan tulisan ini sebagai buku anak-anak.

Menulis buku anak-anak bukan perkara mudah. Saya harus mencari bentuk yang cocok dan pemilihan kata yang tepat agar anak-anak dapat membaca sendiri. Memahami pola pikir, imajinasi, dan kemampuan berbahasa anak tentu menjadi proses pembelajaran tersendiri bagi saya.

Read the rest of this entry »

Kaos Limited Edition “Kamu Bagian dari Hidupku”

No Comments »

March 29th, 2010 Posted 12:26 pm

Dalam rangka ultah Yuk Nulis! kedua 18 Maret 2010.
Kaos limited edition yang dikutip dari buku Kamu Bagian dari Hidupku (Via Lattea Foundation, 2010. Akan segera terbit). Dengan membeli kaos, Anda ikut membantu mendanai penerbitan buku ini.

Ada 8 disain. Tiap disain hanya ada 1 lusin dengan perincian:
ukuran S 3 bh
ukuran M 3 bh
ukuran L 3 bh
ukuran XL 3 bh
Harga Rp 100.000

Silakan klik pada gambar.

Untuk pemesanan kaos, silakan isi form di bawah.

Lihat pula di album foto Merchandise Limited Edition

Your Name (required)

Your Email (required)

Your Message

captcha

E-book “Yuk Nulis!” tetap e-book gratis

15 Comments »

July 29th, 2009 Posted 11:54 am

Setelah saya merilis e-book “Yuk Nulis!”, saya nekat untuk membangun komunitasnya beberapa bulan lalu melalui milis dan blog Yuk Nulis!. Terkumpullah beberapa orang yang memiliki bakat terpendam.

Seiring berjalannya waktu, semakin semarak kehidupan di “rumah” Yuk Nulis!”. Saya merasa sudah waktunya untuk membuatkan tempat tambahan, yaitu page Yuk Nulis! di Facebook.

Sebentar saja, sudah memiliki fans begitu banyak. Luar biasa! Bahkan banyak yang bukan teman-teman saya. Semua ingin menulis. Pada semua orang yang minta diajari menulis, saya selalu menjawab, “Coba download e-book saya, nanti kita sharing di milis.”

Ternyata, entah bagaimana, beberapa orang itu kerap menanyakan ke Marsel, urusan direct selling, apakah bisa membeli buku “Yuk Nulis!”.

Sejak awal saya membuat, ide dasarnya adalah sekolah gratis. Maka saya buat e-book itu dengan bebas di-download tanpa batas waktu.

Kenapa tidak dicetak?

Dicetak itu butuh ongkos, maka pembaca harus mengganti ongkos cetak. Lalu ide sekolah gratis tidak lagi gratis karena pembaca harus merogoh koceknya.

Mohon maaf, sampai saat ini dan entah kapan, e-book “Yuk Nulis!” akan tetap menjadi e-book dan akan tetap gratis.

Silakan unduh e-booknya di sini.

Jangan sungkan untuk bergabung di Yuk Nulis!.

Belajar Banyak Hal dari yang Dialami Lini, Terima Kasih Lini.

No Comments »

March 27th, 2012 Posted 6:30 pm

http://ceritahatihita.blogspot.com/2012/03/belajar-banyak-hal-dari-yang-dialami.html

Negara Tropis dihantam angin yang keras, mengguncang suasana hati.

-Roti Maryam, Kari Sardin diiringi oleh Buku Lini-

Lini menceritakan dengan gamblang perjalanan hidupnya di buku yang dia tulis, “My Life is an Open Book (AKU: Anak, Menantu, Ibu)”.

Dari 242 halaman buku Lini itu aku semakin belajar tentang cinta tak bersyarat, tentang perjuangan seorang anak meraba cinta kasih sayang ibundanya.
Seperti masuk ke ruang yang bersekat-sekat terkadang gelap dan baru ada terang ketika berada  di ruang ketika dia menjadi seorang ibu.
Menarik nafas panjang ketika ada di ruang tidak dikenali sebagai seorang anak, terasing dari abangnya juga.
Buku ini tidak sekedar membuat saya serasa naik kereta luncur cepat naik turun itu tapi juga membuat saya merasakan keterasingan seorang Lini ketika berhadapan dengan Ibundanya sendiri.
Sedih ?
Jelas, saya ikut sedih.
Perjuangan Lini untuk ingin dicintai sangat jelas.
Dari perjuangannya itu saya semakin sadar bahwa menjadi ibu itu bukan sebuah kekuasaan, bukan area untuk menjadi diktaktor.
Itu yang saya dapat ketika membaca tentang sosok Ibunda dari Lini.
Saya lihat dengan jelas seperti benci tapi rindu tergambar di situ.
Bagaimana Sang Ibunda dari Lini ingin dicintai dengan caranya, cara beliau yang Lini sendiri tidak tahu atau tidak diberi arah bagaimana agar dicintai dan mencintai.
Tapi bukankah dicintai dan mencintai dari seorang ibu itu tak bersyarat.
Bukankah menjadi ibu itu hal yang luar biasa menularkan cinta tanpa memaksa dibalas cinta.

Read the rest of this entry »

Review dari Veronica Setiawati – Jakarta

No Comments »

May 25th, 2011 Posted 10:28 am

My Life Is An Open Book adalah sebuah judul buku yang ditulis oleh G. Lini Hanafiah. Lewat buku inilah untuk pertama kalinya, saya mengenal Lini dan bergabung dengan komunitas Yuk Nulis!. Kemudian berlanjut pada kopi darat sewaktu ulang tahun ke dua Yuk Nulis!

Awal mulanya saya membeli buku ini adalah dari website Senakel di multiply. Saya baca sedikit synopsis dari buku yang bercover ungu ini, lalu saya memesannya melalui penulisnya. Walaupun dengan waktu yang agak lama karena sedikit masalah dipengiriman, akhirnya buku tersebut dapat sampai kerumah saya.

Beberapa hari yang lalu ketika saya membaca kembali isi buku ini, saya jadi ikut terharu membacanya. Perjalanan hidup penulis diungkapkan dalam buku setebal 251+xi halaman. Kisah suramnya di masa kecil karena perhatian dan kasih sayang dari sang mama yang tidak berimbang. Akhirnya membuat dirinya tumbuh menjadi seorang gadis yang pemberontak.

Read the rest of this entry »

Workshop Menulis “Yuk Nulis!”, 13-15 Mei 2011

2 Comments »

May 5th, 2011 Posted 4:30 pm

Poster-Workshop-YN

Workshop Menulis
“Mengurai Benang Kusut Ide Menjadi Tulisan Inspiratif”

Read the rest of this entry »

Review dari Christi Pramudianti Wihardjono – Jakarta

No Comments »

September 9th, 2010 Posted 9:33 am

wahhh comentnya buanyak,hahahaha….
secara materi dan isi , klo buat aku mencerahkan, soalnya membuktikan sesuatu (bahwa kualat /curse ) itu tidak ada ^_^
Kalo secara penulisan ,,hehehe,,mungkin ada sedikit detail penceritaan yang berkesan double, jadi di bab ini diceritakan, bab itu terceritakan lagi.,,sehingga alurnya jadi kesannya bolak balik ..
yang lainnya sudah okay kok, dan cukup enak membacanya, sepertinya juga u have ur own style untuk gaya penuilsannya, gak bisa deskripsikan tapi aku merasakannya.
sekali lagi Lin, buku mu itu sgt memberikan masukan buat aku, hahaha terutama bagian kawin lari wkwkwk…

Christi Pramudianti Wihardjono
Jakarta

Lini and Her Opened Book

2 Comments »

August 9th, 2010 Posted 2:23 pm

Lini and Her Opened Book

Bukunya gak asyik?!

Itulah kata pertamaku saat ditanya Lini tentang bukunya waktu kami ber-YM. Karena aku terpaksa harus ‘berebut’ dengan istriku yang ingin lebih dulu membacanya. Tahu begitu khan aku ambil dua, satu untuk istriku dan satu untukku…

Sungguh menginspirasi, itu kesan pertama.

Kesan kedua, seperti bercermin. Ternyata aku tak sendirian, ada juga yang senasib denganku. Tidak persis, tapi mirip. Itu pula yang mungkin membuatku cukup membutuhkan dua hari untuk membaca buku ini hingga selesai dan berulang-ulang, setelah menunggu sekian bulan dari ‘antrian’ sekian banyak bacaan istriku. Padahal reading speednya lebih cepat aku, tapi terpaksa harus mengalah karena istriku memaksa untuk membacanya lebih dulu.

Read the rest of this entry »

Review dari Panjikristo PX – Jakarta

No Comments »

August 5th, 2010 Posted 9:37 am

http://panjikristo.multiply.com/reviews/item/50

Pengalaman hidup bisa manis, bisa pahit. Namun pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu agar langkah ke depan bisa menjadi lebih baik, asalkan kita mau jujur terhadap diri sendiri dan bijak dalam bertindak.

Melukiskan kisah perjalanan hidup membutuhkan kejujuran dan keberanian tersendiri karena apa yang telah tertulis tetaplah tertulis. Dan hal ini bisa memancing rasa tidak senang terhadap pribadi penulis. Ada konsekwensi dari apa yang telah tertulis, antara lain siap dicela, di maki, di benci bahkan dimusuhi atau mungkin sebaliknya.

My Life is an Open Book mengangkat kehidupan sang penulis sendiri yang pahit dimasa lalu. Seperti yang tersurat pada judul bukunya, sepertinya sang penulis cukup berani untuk menelanjangi dirinya sendiri, menelanjangi keluarganya da setiap orang yang pernah berelasi dengannya. Aibkah yang ia tebarkan?

Read the rest of this entry »